Jakarta | beritalima.com – Tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Sidang Kabinet Merah Putih pada Jumat, 13 Maret 2026, untuk menjaga kenyamanan mudik masyarakat, termasuk dalam penanganan sampah. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan pemantauan lapangan pada beberapa rest area sepanjang Tol Trans Jawa, mulai dari KM 57 A, KM 102 A, KM 166 A, KM 287 A, KM 338 A, KM 379 A, hingga KM 429 A.
Menteri Hanif menegaskan pentingnya peran rest area sebagai simpul bertemunya masyarakat. “Rest area menjadi titik pertemuan masyarakat. Ini akan menjadi contoh dalam penanganan sampah, sehingga setiap yang berkunjung di sini diharapkan akan merubah mindset-nya dan membawa kebiasaan baik itu sampai ke rumah.”
Menteri Hanif juga menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab penuh pengelola rest area. “Bapak Presiden sudah wanti-wanti ke kita semua. Mulai dari pengelola kawasan wajib mengelola sampahnya sendiri. Namun saya percaya ini akan segera ditangani dengan serius. Setiap bulan kita akan melakukan evaluasi bersama Kementerian/Lembaga terkait, karena beban sampah kita sudah sangat besar.”
Selain itu, Menteri Hanif menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjamin kenyamanan mudik masyarakat. “Kita lihat tadi dari teman-teman Polri menyediakan fasilitas, dari Kementerian Kesehatan juga menyediakan fasilitas. Tentu kita dari lingkungan dan kebersihan bertugas menjamin kenyamanan masyarakat saat mudik,” ujar Menteri Hanif saat ditemui wartawan di lapangan.
Hal ini selaras dengan kampanye “Nyaman Bersama” oleh pemerintah pada momen Ramadan-Lebaran. Kehadiran pemerintah di rest area menegaskan peran negara dalam memastikan perjalanan masyarakat selama mudik dan momen Ramadan-Lebaran berlangsung nyaman, aman, dan lancar. Selain itu, upaya edukasi, pengawasan pengelola, dan penyediaan fasilitas mendukung terciptanya rasa nyaman, aman, dan bahagia bagi masyarakat. KLH/BPLH menekankan bahwa kenyamanan adalah hasil kerja bersama seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya pemerintah.
Pada pemantauan hari ini, KLH/BPLH juga membagikan fasilitas pilah sampah kepada masyarakat sebagai langkah praktis mendorong penerapan perilaku ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) 2026 terkait pengelolaan sampah, yang bertujuan membangun pemahaman, penerimaan, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui perubahan perilaku, penguatan tata kelola, dan tanggung jawab bersama.
Jurnalis: dedy








