Silaturahmi Supian Suri–Mohammad Idris Cairkan Ketegangan Politik Depok

  • Whatsapp

DEPOK | Beritalima.com – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah menghadirkan pesan politik yang kuat di Kota Depok. Wali Kota Depok, Supian Suri, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman mantan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, usai menunaikan Salat Idulfitri di Balai Kota Depok, Sabtu (28/3/2026).

Pertemuan dua tokoh penting tersebut tak hanya dimaknai sebagai tradisi Lebaran, tetapi juga dibaca sebagai sinyal kuat mencairnya ketegangan politik pasca-Pilkada 2024. Di tengah dinamika kontestasi yang sempat membelah dukungan publik, momen ini menjadi penanda bahwa politik Depok mulai bergerak ke arah yang lebih teduh, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat dalam pertemuan itu. Kehadiran Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, disebut memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi lintas tokoh dan lintas kepentingan yang sebelumnya sempat terpisah oleh kontestasi politik.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Depok, H. Hamzah, menilai langkah yang diambil Supian Suri merupakan bentuk kepemimpinan yang matang dan menempatkan kepentingan publik di atas sekat politik.

Menurutnya, silaturahmi tersebut bukan hanya seremoni Idulfitri, melainkan pesan terbuka bahwa Depok membutuhkan persatuan, bukan lagi polarisasi.

“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ada pesan yang sangat kuat bahwa Depok hari ini membutuhkan kebersamaan. Tidak boleh lagi ada sekat-sekat politik yang justru menghambat kepentingan masyarakat,” ujar Hamzah.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sikap Supian Suri yang dinilai menunjukkan ketulusan dalam merajut kembali komunikasi dengan Mohammad Idris, meski keduanya sempat berada di posisi politik yang berbeda dalam kontestasi Pilkada lalu.

Hamzah menyebut, langkah itu menjadi contoh nyata bahwa demokrasi harus berujung pada persatuan, bukan perpecahan berkepanjangan.

“Saya melihat ini sebagai contoh politik yang dewasa dan berkelas. Pak Supian Suri menunjukkan bahwa setelah kontestasi selesai, yang harus dikedepankan adalah membangun kota ini bersama-sama. Dan tentu kita juga mengapresiasi Bang Pradi yang ikut memfasilitasi pertemuan penting ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada Depok 2024 lalu, peta politik memperlihatkan posisi yang berbeda antara kedua tokoh. Mohammad Idris yang kala itu menjabat Ketua Dewan Pakar PKS memberikan dukungan kepada Imam Budi Hartono, sementara Supian Suri maju dengan dukungan koalisi besar lintas partai.

Konstelasi tersebut sempat melahirkan ketegangan dan jarak politik di ruang publik. Namun, Idulfitri menjadi momentum yang membuka ruang rekonsiliasi dan mempertemukan kembali keduanya dalam semangat silaturahmi dan kebersamaan.

Hamzah menegaskan, peran tokoh-tokoh politik dalam membangun komunikasi seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas politik daerah. Ia menilai, langkah yang dilakukan saat ini bisa menjadi fondasi baru bagi terciptanya iklim politik yang lebih sehat di Kota Depok.

“Pertemuan ini bukan hanya simbolik, tapi punya makna strategis. Ini menunjukkan bahwa politik bisa dijalankan dengan sejuk, dewasa, dan tetap fokus pada masa depan daerah,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa rekonsiliasi politik tidak boleh berhenti pada simbol dan gestur semata. Menurutnya, semangat kebersamaan itu harus diterjemahkan dalam kerja nyata, kolaborasi pembangunan, serta peningkatan pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

Respons positif pun datang dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak yang menilai pertemuan tersebut menjadi penyejuk di tengah dinamika politik lokal, sekaligus membuka harapan baru bagi terciptanya hubungan yang lebih harmonis antar tokoh dan kekuatan politik di Depok.

Mencairnya komunikasi antara Supian Suri dan Mohammad Idris dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat stabilitas pemerintahan, mempercepat pembangunan, serta menjaga suasana politik tetap kondusif di tengah tantangan kota yang semakin kompleks.

Di tengah kebutuhan akan kepemimpinan yang kolaboratif, silaturahmi ini menjadi penegasan bahwa masa depan Depok tidak bisa dibangun dengan sekat politik yang berkepanjangan. Sebaliknya, kota ini membutuhkan sinergi, kedewasaan, dan kebesaran hati dari seluruh elemen kepemimpinan.

Menutup pernyataannya, Hamzah menegaskan bahwa momen Idulfitri semestinya menjadi awal baru untuk menutup luka kontestasi dan membuka lembaran kerja bersama demi kemajuan Kota Depok.

“Perbedaan itu biasa dalam demokrasi. Tapi setelah itu selesai, yang lebih penting adalah bagaimana semua kekuatan bisa kembali bersatu untuk masyarakat. Saatnya meninggalkan polarisasi dan fokus menghadirkan manfaat nyata bagi warga Depok,” pungkasnya.(yopi)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait