SURABAYA| beritalima.com Sebagai langkah mempererat tali silaturahim antar tokoh agama dan memperkuat sinergitas dalam mengoptimalkan peran masjid, Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Sukolilo menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri dari Camat, Polsek, dan Danramil, serta para Ketua Ormas Islam di Pendopo Kecamatan Sukolilo. Acara ini dihadiri pula oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, dan DMI di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Selasa 13 Januari 2026.
Dalam Sambutanya Prof. Dr. KH Moh Mukhrojin, Ketua MUI Sukolilo, menyampaikan harapannya agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. “Kami berharap masjid-masjid di Sukolilo dapat menerapkan 5 Pilar Masjid: Baitullah, Baitul Quran, Baitut Tarbiyah, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah. Dengan demikian, masjid akan lebih optimal dalam memberdayakan umat, bukan hanya sebagai tempat untuk salat saja,” ujarnya.
Beliau juga mengusulkan agar kegiatan silaturahim seperti ini dilakukan secara rutin sebulan sekali guna menjaga hubungan harmonis antar tokoh masyarakat dan mengoptimalkan fungsi masjid di setiap aspek kehidupan umat.
Camat Sukolilo, M. Aries Hilmi, turut memberikan sambutan dan mengingatkan pentingnya kolaborasi antar umat dan instansi terkait untuk mendukung kegiatan keagamaan di Kecamatan Sukolilo. “Kami di pemerintahan sangat mendukung dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan agar kita bersama-sama memperkuat keberadaan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” katanya.
Pada kesempatan ini, para penyuluh agama Islam Kecamatan Sukolilo juga memperkenalkan Sosialisasi Duhur Keliling, yang merupakan program pengajian rutin setiap Rabu yang akan dilaksanakan di masjid-masjid secara bergiliran di seluruh Kecamatan Sukolilo. Ust. Mochammad Abdullah, mewakili KUA Sukolilo, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan selama dua tahun dan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026. “Kami sudah menyiapkan jadwal untuk Duhur Keliling dan hari ini akan kami edarkan kepada takmir masjid,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memakmurkan masjid dan menjadikan Kecamatan Sukolilo sebagai wilayah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Diharapkan melalui sinergitas yang terjalin antara masyarakat, pemerintah, dan ormas Islam, masjid dapat semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi umat.








