SMA Frater Don Bosco Lewoleba Raih Juara 1 Drumband Piala Kapolda NTT 2023

  • Whatsapp

KUPANG, beritalima.com — Kapolda Nusa Tenggara Timur resmi menutup kegiatan lomba drumband piala Kapolda NTT tingkat SMA/SMK se-NTT.

Kegiatan yang berlangsung dari 17 November hingga 19 November 2023 diikuti 38 peserta dari kabupaten/kota se-NTT.

Sesuai keputusan dewan juri, yakni Ketua Zet Hendrikus Adie, bersama anggota Rokhy H. M. Blegur. Blegur, Leny Rani, Eduard Adang, dan Cyntia A. Ke Lomi, dimana lomba drumband piala Kapolda NTT yang keluar sebagai juara I adalah SMA Frater Don Bosco Lewoleba, kabupaten Lembata. Sementara juara II SMA Katolik Syuradikara Ende, kabupaten Ende, juara III SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, kabupaten Ngada, dan juara favorit SMAN 7 Kota Kupang.

Para peserta yang meraih juara I mendapat hadiah piala tetap dan uang tunai Rp25 juta, juara II piala dan uang tunai Rp20 juta, juara III mendapat piala dan uang tunai Rp15 juta, serta juara favorit Rp10 juta.

Khususnya juara favorit, hadiah diberikan oleh Fary Francis, Komisaris Utama PT. Asabri (Persero) sebesar Rp10 juta.

Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Johny Asadoma, dalam sambutannya mengatakan, maksud dari diadakannya lomba ini adalah Polda NTT mendekatkan dengan masyarakat khususnya siswa-siswi SMA/SMK.

Karena siswa SMA SMK ini adalah bagian dari masyarakat yang sangat mewarnai dinamika kehidupan sosial dlm masyarakat. Dan juga mereka adalah generasi yang akan datang yang harus disiapkan dengan baik, dibimbing, diarahkan, diberikan kegiatan-kegiatan baik sehingga mereka mempunyai semangat, kreativitas yang tinggi, inovasi. Kemudian mereka belajar berorganisasi, mereka bisa membangun tim network yang baik, serta disini juga terkandung nilai-nilai disiplin serta bagaimana mereka patuh dan taat dalam mereka kerja sama dalam drumband ini.

“Kemudian sebagai kepolisian tentu kita mempunyai kewajiban untuk terus mengkampanyekan agar masyarakat patuh, tertib di dalam melaksanakan kehidupan dan interaksi sosial sehingga tercapai kedamaian, keamanan, ketentraman, bagi seluruh warga masyarakat.
Ini dapat dicapai apabila ada kedekatan antara Polri dengan masyarakat”, ujarnya.

Dikatakan Kapolda, jumlah anggota polri sangat sedikit. Dari standar nasional yang ditetapkan pemerintah harusnya Polda NTT memiliki 26.600 lebih personel, tetapi sarang baru kita memiliki 11.100 personel.

“Jadi masih kurang 44 persen personel, masih dibawah standar.

Karena itu, partisipasi masyarakat sangat kita butuhkan. Apalagi Kita menghadapi pemilu serentak baik itu pilpres, legislatif, maupun Pemilukada gubernur, bupati dan wali kota. Maka ini dibutuhkan kondisi Kamtibmas yang kondusif bagi terselenggaranya pemilu yg aman, damai dan tertib.

“Dibutuhkan kesadaran kita semua untuk sama-sama mari kita sukseskan pemilu yang akan datang. Mari kita jaga kedamaian ketertiban, dan mari kita datang ke TPS-TPS untuk memberikan suara kita memilih dengan bebas, memilih sesuai hati nurani, sesuai pilihan masing masing tanpa paksaan, intimidasi dan sebagainya yang merusak demokrasi”, ujarnya.

“Kita juga memasuki kampanye pada tanggal 28 November hingga 12 Februari 2023. Mari kita ikuti setiap tahapan kampanye ini dengan tertib, sama-sama menjaga keamanan, menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukum Polda NTT”, ungkap Kapolda NTT.

Pada kesempatan tersebut, juga menyampaikan terima kasih kepada para kepala sekola SMA/SMK se-NTT yang telah berpartisipasi dengan menyertakan drumbandnya berkompetisi mengikuti lomba piala Kapolda NTT tahun 2023.

“Saya juga menyampaikan penghargaan kepada dewan juri yang telah menilai dan telah memutuskan tim drumband yang terbaik dalam perlombaan ini. Walaupun kita tahu ada banyak kelompok drumband mengikuti lomba yang tidak hanya diikuti secara offline di kupang tapi dilaksanakan di daerah masing masing dan dinilai melalui live streaming.
Saya percaya dewan juri telah bekerja secara maksimal dan objektif dalam menilai sesuai dengan kriteria yang ditentukan”, katanya. (L. Ng. Mbuhang)

beritalima.com

Pos terkait