Soal Verifikasi Dan Pengambilan Sampel Limbah Pabrik, Warga Minta Ada Keterbukaan Pemerintah

  • Whatsapp

BANYUWANGI, beritalima.com – Warga Muncar, Kabupaten Banyuwangi meminta pemerintah terbuka kepada publik tentang hasil verifikasi dan pengambilan sampel limbah pabrik pengalengan dan penepungan ikan diwilayah setempat.

Pernyataan tersebut menyusul tentang kedatangan kementrian LHK Republik Indonesia (RI) yang didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi turun ke pabrik pabrik pengalengan dan penepungan ikan diwilayah Kecamatan Muncar, pada Selasa, (20/4/2021).

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan oleh Asmuni, salah satu tokoh masyarakat Muncar kepada wartawan pada Kamis, (22/4/2021) melalui sambungan whatsapnya.

Menurutnya kedatangan DLH Banyuwangi maupun Kementrian LHK RI tidak sedikitpun membuat masyarakat Muncar percaya begitu saja. Pasalnya hal itu sudah sejak dahulu terjadi. Saat warga komplain soal pembuangan limbah yang dilakukan oleh pabrik pengalengan dan penepungan ikan seolah – olah DLH dan pihak terkait panik dan turun lapangan, namun hingga saat inipun juga tidak pernah ada solusi.

” Sejak dulu DLH turun, namun sampai saat ini juga tidak pernah memberikan solusi sama sekali,” ujar Asmuni.

Walau DLH kembali turun, Kata Asmuni, Iya tetap saya yakini, sejak dulu kala sampai sekarang jawaban pemerintah/ DLH terkait limbah pabrik di Muncar seperti itu. Kalau memang pemerintah serius kenapa tidak mau menyebut 6 Pabrik yang didatangi dan diambil Sampel limbahnya saat ditanya wartawan.

“Kalau pemerintah dan DLH serius sebut saja 6 pabrik nakal itu,” cetusnya.

Bahkan masih kata dia, dari dulu bahasa verifikasi tinjau lapang ngambil semple air sampai dengan sekarang hasil dan tindakan DLH/pemerintah apa?. Gak ada kan…? itu semua cuma ceremonial 100%. Dan kami yakin tidak akan berani melawan pengusaha.

Coba kalau memang serius hasil lab dan tinjau lapang DLH/Pemerintah umumkan ke publik. Dan kami rasa gak apa terbuka bentuk keseriusan dan kometmen pemerintah dalam menyikapi keluhan masyarakat soal pembuangan limbah pabrik ke laut.

“Coba kalau pemerintah serius dan komitmen dalam menyikapi keluhan masyarakat nelayan kecil Muncar, hasil lapnya umumkan ke publik,” jelentrehnya.

Asmuni juga menambahkan, perlu diketahui oleh semua masyarakat Muncar, perahu Slerek tidak bisa dijadikan acuan limbah itu berdampak atau tidak. Karena mereka mencari ikan ditengah laut sana.

Seperti contohnya, mereka mendapat ikan jenis lemuru. Ikan ikan itu didapat diperairan selat bali sana. Namun jika ikan jenis setet, rajungan, yang biasanya ditangkap oleh nelayan kecil menggunakan jaring dipinggiran, kini nelayan kecil susah sekali mendapatkan.

“Yang menjadi orentasi kita adalah nelayan kecil mas, yang daya tangkapnya mulai 0, mil sampai lima (5) mil kurang,” pungkasnya. (bi)

Pos terkait