BONDOWOSO, beritalima.com – Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur III, Ina Ammania, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pendopo KH Hasan, Kelurahan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Kamis (05/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan warga setempat.
Ina Ammania menjelaskan, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat.
“Empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ina Ammania dalam pemaparannya.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari pengaruh globalisasi hingga maraknya disinformasi yang berpotensi memecah persatuan. Karena itu, penguatan nilai kebangsaan di tingkat akar rumput menjadi sangat penting.
“Kita ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terprovokasi oleh paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa,” ujarnya.
Ina Ammania yang merupakan wakil rakyat dari Dapil Jatim III meliputi Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab. Peserta tampak antusias menyampaikan pandangan serta persoalan kebangsaan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dapat semakin membumi dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tokoh ulama muda Bondowoso, Kh Usamah Muhammad Nurhasan, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan sejalan dengan ajaran agama yang menekankan persatuan dan toleransi.
“Empat pilar kebangsaan ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Justru sejalan dengan nilai ukhuwah, persatuan, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran ulama sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah perbedaan latar belakang masyarakat.
“Ulama dan tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga NKRI. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diingatkan kembali bahwa menjaga persatuan adalah bagian dari ibadah,” pungkasnya. (*)








