BONDOWOSO, beritalima.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Patemon, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, terus berkomitmen mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi pelajar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan siswa, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pada penyaluran kali ini, menu MBG yang disajikan terdiri dari nasi putih dengan taburan bawang goreng, nugget ayam, kuah sup, tahu krispi, serta buah pisang sebagai pelengkap. Perpaduan menu tersebut mengandung unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan siswa dalam masa pertumbuhan. Hidangan ini disambut antusias oleh para siswa karena cita rasanya yang lezat dan bervariasi.
Owner SPPG Patemon, Yusniati, mengatakan bahwa pihaknya secara konsisten menyajikan menu berbeda setiap hari agar siswa tidak merasa bosan sekaligus tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang.
“Setiap hari kami memasak dengan menu yang berbeda-beda. Selain agar anak-anak senang dan lahap, variasi menu ini juga penting untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka,” ujar Yusniati, Kamis (21/01/2026).
Menurutnya, asupan gizi yang baik memiliki pengaruh langsung terhadap daya pikir, konsentrasi, dan aktivitas belajar siswa di sekolah. Dengan kondisi tubuh yang sehat, siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Selain memperhatikan gizi, SPPG Patemon juga mengutamakan kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh karyawan diwajibkan menjaga higienitas makanan sejak proses pengolahan hingga penyajian. Dapur SPPG Patemon pun harus selalu dalam kondisi bersih dan rapi, baik sebelum maupun sesudah memasak.
“Kebersihan sangat penting untuk menjaga higienitas masakan, karena ini menyangkut makanan untuk orang banyak dan kesehatan anak-anak,” tegas Yusniati.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMP Wringin, Slamet Riyadi S.Pd mengapresiasi pelaksanaan program MBG yang dinilai sangat membantu pemenuhan gizi siswa sekaligus berdampak positif pada proses belajar mengajar.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa. Anak-anak menjadi lebih bersemangat mengikuti pelajaran, tidak mudah lelah, dan konsentrasi mereka di kelas juga meningkat,” ujar Kepala SMP Wringin.
Ia berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan, karena selain membantu orang tua, program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.
“Jika kebutuhan gizi siswa terpenuhi dengan baik, maka proses pembelajaran di sekolah akan berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.








