Jakarta, beritalima.com|- Tim nasional balap sepeda putri (Srikandi Pedal) Indonesia kembali torehkan catatan positif di pentas internasional pada ajang Tour of Thailand 2026, dimana skuad Merah Putih sukses finis di peringkat ketiga klasifikasi tim sekaligus menjadi terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Hasil tersebut diraih setelah Indonesia menyelesaikan tiga etape pada 31 Maret hingga 2 April, berada di bawah tim kuat Li Ning Star Ladies (China) sebagai juara, serta GNC-Fnix Girl Power Cycling (Thailand) di posisi kedua. Meski demikian, selisih waktu yang hanya 18 detik dari juara menunjukkan daya saing tim Indonesia mulai mendekati level elite Asia.
Federasi Sepeda Indonesia (ICF) menyebut capaian ini sebagai buah dari kerja keras para atlet. “Perjuangan tak pernah mengkhianati hasil. Peringkat ketiga dan tim terbaik ASEAN menjadi bukti dedikasi luar biasa para pembalap,” tulis ICF dalam keterangan resminya.
Lima pembalap menjadi tulang punggung pencapaian ini, yakni Ayustina Delia Priatna, Ida Ayu Manik Laksmi Dewi, Dewika Mula Sova, Syahla Syafiah, dan Nihayatuzzain Asshofi.
Ayustina tampil sebaga terbaik di antara rekannya dengan finis di peringkat ke-12 klasifikasi umum, terpaut 27 detik dari pemuncak. Ida Ayu Manik pad posisi ke-14 dan Dewika ke-37, keduanya hanya selisih 28 detik dari pemimpin lomba—indikasi bahwa jarak performa individu Indonesia dengan papan atas masih tipis, namun belum cukup untuk menembus podium individu.
Di sisi lain, dominasi masih dipegang pembalap asing. Jersi kuning direbut Valeriya Zakharkina dari tim Thailand dengan catatan waktu 7 jam 13 menit 07 detik, mempertegas konsistensi di tiap etape masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim Indonesia.
Dalam konteks Asia Tenggara, Indonesia memang tampil sebagai yang terbaik dengan mengungguli Malaysia, Vietnam, hingga tuan rumah Thailand. Namun, capaian ini menyiratkan ironi: kuat di level regional, tetapi masih berjuang menembus dominasi tim-tim besar Asia seperti China.
Partisipasi di Tour of Thailand sendiri merupakan bagian dari agenda panjang peningkatan jam terbang internasional. Sebelumnya, tim ini tampil di Biwase Tour of Vietnam dan Biwase Cup 2026. Strategi ini penting, tapi tak cukup jika belum dibarengi peningkatan kualitas pembinaan, teknologi latihan, hingga dukungan kompetisi domestik yang berkelanjutan.
Prestasi olahraga ini patut dipuji, tapi juga menjadi cermin. Indonesia sudah berada di jalur tepat, namun untuk benar-benar berbicara di level Asia—bahkan dunia—diperlukan lompatan lebih besar dari sekadar konsistensi hasil.
Jurnalis: rendy/abri








