Stasiun Jatake Diresmikan, Gairahkan Ekonomi Jakarta-Banten

  • Whatsapp
Stasiun Jatake diresmikan, gairahkan ekonomi Jakarta-Banten (foto: KAI)

Tangerang, beritalima.com|- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Provinsi Banten Andra Soni meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake sebagai simpul baru perkeretaapian perkotaan di Kabupaten Tangerang serta berdampak besar gairahkan ekonomi Jakarta-Banten (28/1).

Peresmian ini mengacu arah kebijakan pembangunan nasional dengan fokus penguatan ekosistem transportasi massal melalui kolaborasi lintas sektor, integrasi kawasan, serta keberlanjutan mobilitas masyarakat.

Acara peresmian turut dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, manajemen KAI Group, serta jajaran stakeholder seperti manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land).

Menariknya, Stasiun Jatake dibangun melalui skema kolaborasi tanpa memakai dana APBN. Model ini mencerminkan dorongan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur transportasi yang akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan.

Gubernur Provinsi Banten Andra Soni menyampaikan kehadiran Stasiun Jatake memperkuat konektivitas regional sekaligus meningkatkan daya saing kawasan BSD sebagai aglomerasi berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Menurutnya, pengalaman Provinsi Banten menunjukkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Pemprov Banten berharap dukungan pemerintah pusat dan KAI untuk mendorong pemerataan pembangunan perkeretaapian hingga wilayah selatan Banten, termasuk pengaktifan kembali jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan, guna membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru dan akses ke kawasan pariwisata.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut, “Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan pendekatan Transit Oriented Development. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan pertumbuhan wilayah.”

Stasiun Jatake dengan luas bangunan 3.198 meter persegi, bisa melayani hingga 20.000 penumpang per hari, didukung frekuensi perjalanan Commuter Line dengan selang waktu (headway) 5–10 menit. Fasilitas parkir, integrasi antarmoda, serta ruang pengembangan lanjutan disiapkan untuk mendukung keberlanjutan mobilitas masyarakat sekitar.

Bobby menambahkan, tingginya mobilitas penduduk usia produktif di Kabupaten Tangerang tercermin dari peningkatan pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung mencapai 77,55 juta orang sepanjang 2025. Tren tersebut menunjukkan peran strategis KA perkotaan dalam menopang aktivitas ekonomi/bisnis harian masyarakat penyangga Jakarta.

Jurnalis: abri/dedy

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait