Stok Aman Jelang HBKN | DPD RI Pastikan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah

  • Whatsapp

Senator Lia Istifhama, Pastikan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah

Surabaya, beritalima.com – Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadan, kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan dan stabilitas harga beras mendapat perhatian serius dari pemerintah. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, memastikan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan, cadangan beras nasional saat ini justru berada pada posisi paling kuat sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional.

“Dengan capaian stok yang signifikan, pemerintah dinilai memiliki ruang yang cukup untuk menjaga pasokan sekaligus menstabilkan harga di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat,” tutur DPD RI Lia Istifhama, pada Jumat (30/01).

Ning Lia mengungkapkan bahwa stok beras nasional kini telah menyentuh angka sekitar 3,3 juta ton. Jumlah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa negara siap menghadapi lonjakan permintaan yang lazim terjadi menjelang momentum keagamaan besar.

Menurutnya, capaian ini bukan hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan kesiapan negara dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah, kata dia, menunjukkan optimisme yang beralasan dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sehingga gejolak harga dapat ditekan.

Ia menilai keberadaan cadangan yang memadai menjadi instrumen penting untuk menjaga rasa aman masyarakat, khususnya kelompok rentan yang paling terdampak ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan.

Lebih lanjut, Ning Lia menekankan bahwa beras merupakan komoditas strategis yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Fluktuasi harga beras, menurutnya, tidak hanya berpengaruh pada inflasi, tetapi juga sangat menentukan daya beli masyarakat secara luas.

Menjelang periode konsumsi tinggi seperti Imlek dan Ramadan, pengendalian stok dan harga beras menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan cadangan yang kuat, negara dinilai memiliki kemampuan intervensi yang lebih efektif apabila terjadi tekanan pasar.

Ning Lia juga mengapresiasi langkah-langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga rantai pasok pangan nasional. Ia berharap konsistensi kebijakan ini terus dijaga agar stabilitas pangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat bawah.

Dengan kondisi stok yang solid dan pengawasan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat menyambut HBKN dengan lebih tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran akan kelangkaan maupun lonjakan harga beras.

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait