PALEMBANG, BeritaLima.Com | Sumatera Selatan berduka. Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, H. Alex Noerdin, meninggal dunia. Kabar wafatnya tokoh yang dikenal luas sebagai figur pembangunan dan pendidikan tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga.
Juru bicara keluarga, Okta Alfarisi, menyampaikan bahwa almarhum berpulang dengan tenang setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di ruang ICU salah satu rumah sakit di Jakarta.
Rabu ( 25/02/2026)
Keluarga berharap masyarakat Sumatera Selatan berkenan mendoakan agar Almarhum mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Alex Noerdin lahir di Palembang pada 9 September 1950. Ia memulai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Kariernya di birokrasi dijalani secara bertahap. Dari staf hingga menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Bappeda Sumsel, Alex Nurdin dikenal sebagai sosok pekerja keras yang memahami perencanaan pembangunan dari hulu ke hilir. Pengalaman panjang itulah yang menjadi bekal kuat ketika ia dipercaya memimpin Sumatera Selatan. Pada tahun 2008, ia terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan dan kembali dipercaya untuk periode kedua hingga 2018. Sepanjang kepemimpinannya, Alex Noerdin dikenal sebagai pemimpin yang aktif turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat.
Dan dia Fokus pada Pembangunan dan Pendidikan. Selama menjabat, Alex Noerdin menaruh perhatian besar pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai proyek strategis digagas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan konektivitas antar wilayah.
“Ia juga dikenal sebagai pelopor program pendidikan gratis di Sumatera Selatan, sebuah kebijakan yang saat itu mendapat perhatian luas karena dinilai meringankan beban masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih merata.
Di bidang olahraga dan event internasional, kepemimpinannya turut mendorong Sumatera Selatan menjadi tuan rumah berbagai ajang berskala nasional dan internasional. Hal itu tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat. Di mata banyak kalangan, Alex Noerdin dikenal sebagai pemimpin yang komunikatif dan terbuka. Ia kerap berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar aspirasi, serta mendorong solusi konkret terhadap persoalan daerah.
“Gaya kepemimpinannya yang lugas dan enerjik menjadikannya figur yang mudah dikenali. Ia percaya bahwa kebijakan yang baik harus berangkat dari pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan.
Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Banyak tokoh dan warga menyampaikan ungkapan duka serta doa terbaik atas wafatnya mantan orang nomor satu di provinsi tersebut.
Sebelum wafat, kondisi kesehatan Alex Noerdin sempat menurun dan menjalani perawatan intensif sejak beberapa hari terakhir. Namun takdir berkata lain. Pada Rabu siang, ia berpulang menghadap Sang Khalik.
Kepergian Alex Noerdin bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Sumatera Selatan yang pernah merasakan kepemimpinannya selama satu dekade. Warisan pemikiran dan kontribusinya dalam pembangunan daerah akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sejarah Sumatera Selatan.
Masyarakat kini hanya dapat mengirimkan doa, semoga segala pengabdian dan kebaikan yang telah ditorehkannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Sumatera Selatan mengenangnya sebagai salah satu putra terbaik daerah yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan dedikasinya untuk kemajuan bersama.
“Partai Golkar juga sangat berduka. Beliau adalah sosok yang telah mengabdikan hidupnya, baik saat memimpin Provinsi Sumatera Selatan sebagai gubernur maupun saat menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dari fraksi kami,” tambah Ace.
Kepergian Alex Noerdin menandai hilangnya salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Partai Golkar, meninggalkan rekam jejak panjang dalam dunia politik dan pembangunan di tanah air. ( ril)







