Tambang Emas Tumpang Pitu Torehkan Sejarah, PT BSI Catat 19,7 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

  • Whatsapp

BANYUWANGI,Beritalima.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Hingga akhir 2025, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk ini berhasil mencatatkan sejarah baru dengan membukukan 19,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya jam kerja atau Lost Time Injury (LTI).

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi PT BSI dalam menerapkan praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pertambangan yang bertanggung jawab, tidak hanya di internal perusahaan, tetapi juga bersama seluruh mitra dan kontraktor yang terlibat dalam operasional tambang.

Bacaan Lainnya

General Manager of Operations (GMO) sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BSI, Roelly Fransza, menjelaskan bahwa dalam sistem K3 pertambangan, setiap bentuk cedera wajib dicatat dan dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM. Cedera tersebut dikenal dengan istilah Recordable Injury.

“Yang patut disyukuri, sepanjang tahun 2025, area operasi Tujuh Bukit Operations (TBO) mampu melewati tahun dengan nol Recordable Injury,” ujar Roelly Fransza saat memimpin upacara Bulan K3 Nasional di site TBO, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (12/1/2026).

Ia menyebutkan, rata-rata toleransi Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) di PT BSI berada di angka < 0,32, sementara realisasi di tahun 2025 berhasil ditekan hingga nol. “Ini merupakan peningkatan performa K3 yang luar biasa dan patut diapresiasi,” tegasnya.

Tak hanya itu, sepanjang 2025 tidak tercatat satu pun kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya jam kerja di tambang emas Gunung Tumpang Pitu. Atas capaian tersebut, total jam kerja tanpa LTI PT BSI hingga akhir Desember 2025 menembus angka 19,7 juta jam kerja.

Dari sisi potensi insiden serius, PT BSI juga mencatatkan kinerja positif. Serious Potential Incident Frequency Rate (SPIFR) berada di angka 0,37, jauh di bawah target maksimal < 1,47 sepanjang tahun 2025.

Meski demikian, Roelly Fransza menegaskan perusahaan tidak akan berpuas diri. PT BSI berkomitmen terus meningkatkan sistem manajemen K3 melalui penyediaan prosedur kerja yang aman, peralatan yang memadai, pelatihan berkelanjutan, serta pengawasan yang konsisten di seluruh lini kerja.

“Saya meyakini keberhasilan penerapan K3 tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada perilaku dan komitmen semua orang, mulai dari manajemen hingga pekerja di lapangan,” ujarnya.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, Roelly Fransza memimpin langsung pembacaan tujuh butir Safety Beliefs yang menjadi pedoman keselamatan kerja di Tujuh Bukit Operations. Suara lantang para karyawan yang mengikuti pembacaan tersebut mencerminkan kesungguhan dan kepedulian terhadap keselamatan kerja.

Roelly pun mengaku optimistis tahun 2026 dapat dilalui dengan capaian yang lebih baik lagi. “Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia,” tandasnya.

Dalam rangka memperingati Bulan K3 2026, PT BSI juga menggelar berbagai kegiatan, mulai dari webinar kesehatan, PT BSI Fun Run, OHS Reflection Day, Internal Rescue Challenge, hingga program Off the Job Safety. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam tiga kategori utama, yakni strategis, promotif, dan implementatif, sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan terhadap budaya K3 yang berkelanjutan.(Red//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait