Tandang Bareng untuk Banyuwangi: Ormas dan Media Jadi Motor Pembangunan Berkeadilan

  • Whatsapp

BANYUWANGI,Beritalima.com – Semangat tandang bareng kembali digaungkan dalam upaya memperkuat pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan pemberdayaan dan pembinaan organisasi kemasyarakatan (ormas) tahun 2026 yang digelar Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi, peran strategis ormas dan media ditegaskan sebagai motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Dalam catatan yang disampaikan Mas Harry, ormas tidak lagi dipandang sebagai pelengkap pembangunan semata. Lebih dari itu, ormas didorong menjadi garda terdepan dalam menjembatani kepentingan antara masyarakat, pemerintah, dan korporasi, khususnya di wilayah lingkar tambang.

Bacaan Lainnya

Ia menyoroti bahwa keberadaan industri tambang tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan warga sekitar. Di sinilah peran ormas, yang kerap beririsan dengan fungsi Non-Governmental Organization (NGO), menjadi sangat penting dalam memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Semangat tandang bareng bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata,” tulisnya.

Ormas didorong untuk mengambil peran konkret dalam pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Mulai dari pendampingan UMKM, membuka akses permodalan, hingga mendorong kemandirian ekonomi agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada sektor tambang.

Tak hanya itu, fungsi advokasi juga menjadi bagian penting. Ormas diharapkan berani mengawal pemenuhan hak-hak masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam konteks tersebut, ormas juga berperan sebagai social control terhadap implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), agar tidak sekadar menjadi formalitas tanpa dampak nyata.

Di sisi lain, peran media disebut sebagai faktor penguat yang tak terpisahkan. Media memiliki fungsi sebagai penyebar informasi, pengangkat suara masyarakat, sekaligus alat kontrol publik. Sinergi antara ormas dan media diyakini mampu menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan daerah.

Pendekatan pembangunan yang diusung pun harus berbasis keberlanjutan. Ormas bersama media diharapkan mampu mengawal arah pembangunan agar tidak hanya berorientasi jangka pendek, melainkan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keadilan sosial.

Namun demikian, refleksi kritis juga disampaikan. Masih terdapat ormas yang belum memiliki kapasitas memadai dan terjebak dalam kepentingan pragmatis. Karena itu, pembinaan harus difokuskan pada peningkatan kapasitas, integritas, dan independensi ormas agar benar-benar menjadi representasi kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, semangat tandang bareng bukan hanya soal bekerja bersama, tetapi menyatukan visi seluruh elemen ormas, media, pemerintah, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan daerah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

“Sebab, pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi tentang siapa yang ikut tumbuh di dalamnya,” pungkasnya.(Abi//B5)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait