Tantangan Difabel Netra Ikut Investasi Saham

  • Whatsapp
Tantangan Difabel Netra ikut investasi saham (foto: istimewa)

Jakarta, beritalima.com|- Investasi saham identik dengan arena penuh angka, grafik, dan visualisasi data. Namun bagi difabel netra, tantangan terbesar bukan soal kemampuan analisis, melainkan akses terhadap informasi yang masih belum ramah pembaca layar.

Berinvestasi adalah hak setiap orang, termasuk difabel. Hak ini bukan sekadar peluang mencari keuntungan, tapi juga bagian dari kemandirian ekonomi. Sayangnya, akses yang tidak inklusif membuat difabel netra kerap tertinggal dalam mengelola investasinya.

Pengalaman I Nyoman Suandi, difabel netra asal Denpasar, Bali, memulai investasi saham jauh sebelum teknologi pembaca layar hadir. Saat itu, satu-satunya jalan adalah melalui broker.

Jadi, ia setiap transaksi harus dengan bantuan orang lain. Dan, informasi sensitif harus dipercayakan sepenuhnya. Termasuk analisis saham hanya bisa dilakukan lewat radio atau obrolan dengan sesama investor.

Bagi Nyoman, aksesibilitas bukan sekadar teknologi, melainkan juga rasa aman dan kepercayaan diri. Tanpa aplikasi yang ramah difabel, risiko kesalahan transaksi selalu menghantui.

Sedangkan Yulianto, difabel netra sekaligus investor, menekankan sekuritas harus aksesibel sekaligus inklusif. Edukasi, layanan pelanggan, dan kebijakan perusahaan harus peka terhadap kebutuhan difabel.

Ia mengingatkan pentingnya analisis mandiri. Ketergantungan pada rekomendasi instan berisiko menjerumuskan pada investasi bodong. “Kelas investasi bukan untuk mencari rekomendasi cepat, tapi untuk menyerap ilmu agar bisa melihat peluang pasar dengan objektif,” ucapnya.

Pengalaman Nyoman dan Yulianto menunjukkan, dunia pasar modal masih menyisakan hambatan bagi difabel netra. Dokumen, situs, dan aplikasi yang ramah pembaca layar adalah kebutuhan mendesak.

Investasi saham bukan hanya soal keuntungan finansial, tapi juga soal kesetaraan hak dan kesempatan. Dengan aksesibilitas yang nyata, difabel netra dapat berdiri sejajar sebagai investor mandiri, tanpa harus bergantung pada pihak lain.

Jurnalis: abdul hadi/abri

beritalima.com

Pos terkait