Tekan Stunting, Pemkot Madiun Libatkan Kakek Nenek

  • Whatsapp

MADIUN, beritalima.com- Angka stunting di Kota Madiun, Jawa Timur, sebenarnya sudah cukup rendah. Kendati begitu, upaya menekan kasus terus dilakukan oleh Pemkot Madiun.

Salah satunya, dengan memberdayakan lansia. Kakek dan nenek asuh tersebut diberikan pembinaan mendeteksi dini serta pencegahan awal bagi anak stunting. Harapannya, angka stunting terus dapat ditekan.

‘’Stunting kita kejar terus agar tidak ada. Saat ini kita 12,4 persen. Ini sudah sesuai instruksi pusat yang harus di bawah 24 persen. Kita sudah di bawah itu, tetapi harus kita tekan lagi. Kalau bisa sampai tujuh atau enam persen,’’ kata Walikota Madiun, H. Maidi usai membuka Pertemuan Peserta Kakek Nenek Asuh Dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting di Aula Gedung Diklat Kota Madiun, Kamis 19 Mei 2022.

Pembinaan bagi kakek nenek asuh tersebut dinilai penting mengingat banyak anak-anak yang diasuh kakek-neneknya. Artinya, anak-anak lebih banyak bersama kakek atau neneknya. Pembinaan tersebut penting sebagai upaya deteksi dini. Tidak hanya masalah stunting, tetapi masalah kekurangan gizi bagi anak yang bisa berdampak berbagai penyakit lainnya.

‘’Ini tanggung jawab kita bersama. Terlebih orang tua. Tetapi kakek dan nenek kita libatkan agar upaya pencegahan dan pengendalian stunting ini lebih maksimal,’’ jelasnya.

Pemateri dalam pembinaan tersebut juga bukan kaleng-kaleng. Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB, mendatangkan staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak-Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FK Unair, Dr. dr. Nur Aisiyah Widjaja, SpA(K) sebagai pemateri.

Nur mengatakan, pencegahan bisa dimulai dari tingkat yang paling dasar. Yakni, Posyandu. Pun, dia memberikan apresiasi kepada Pemkot Madiun atas ide kakek-nenek asuh yang dijadikan kader Posyandu pencegahan stunting tersebut.

‘’Jadi kakek dan nenek yang menjadi pengasuh ini nanti kita bekali wawasan tentang harus bagaimana, bagaimana menemukan, dan apa yang harus dilakukan. Dengan begini pencegahan bisa lebih maksimal,’’ ucap Nur. (Sumber Diskominfo/editor Dibyo).

H. Maidi (kiri).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait