Tiga Calon Deputi Gubernur BI Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan 

  • Whatsapp
Tiga calon Deputi Gubernur BI ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan  (foto: istimewa)

Jakarta, beritalima.com|- DPR RI mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2025-2030 yang diusulkan oleh Presiden.

Ketiga calon Deputi Gubernur BI adalah Thomas Djiwandono (Wakil Menteri Keuangan II), Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.

Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris mengatakan, latar belakang politik maupun hubungan kekerabatan tidak serta-merta menjadi indikator intervensi pemerintah terhadap Bank Indonesia.

“Dengan beliau (Thomas Djiwandono) mengundurkan diri dari Partai Gerindra, maka hubungan kepartaian sudah terputus. Artinya, beliau akan independen sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan. Di era media sosial seperti sekarang, publik tentu ikut mengawasi independensi Bank Indonesia,” ujar Andi Yuliani kepada media (23/1).

Nama Thomas menarik perhatian publik. Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, sebagian kalangan menilai pengajuan sosok yang memiliki kedekatan dengan Presiden berpotensi menambah sentimen negatif pasar. Kekhawatiran tersebut mengemuka seiring melemahnya kepercayaan terhadap stabilitas rupiah dan pentingnya menjaga independensi bank sentral dari pengaruh politik.

Komisi XI DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan sebagai bagian dari proses pengisian jabatan strategis di bank sentral untuk lima tahun ke depan. Kandidat pertama yang menjalani uji kelayakan adalah Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia.

Uji kelayakan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Gedung DPR Jakarta. Misbakhun menyatakan rapat telah memenuhi ketentuan tata tertib DPR karena dihadiri 20 anggota dari delapan fraksi.

Proses uji kelayakan ini diharapkan tidak hanya menguji kapasitas teknokratis para calon, tetapi juga menjadi ruang transparansi bagi publik untuk menilai komitmen dalam menjaga independensi Bank Indonesia, terutama di tengah tantangan ekonomi internasional dan volatilitas pasar keuangan domestik.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait