Tiga Tahun Menderita, Pasien Bedah Jantung RSD. dr. Soebandi Jember Kini Sembuh

  • Whatsapp
Direktur RSD. dr. Soebandi menjenguk pasien bedah jantung (beritalima.com/sugik)
Direktur RSD. dr. Soebandi menjenguk pasien bedah jantung (beritalima.com/sugik)

JEMBER, beritalima.com | Tiga tahun menderita dengan penyakit jantung, Silvi Dwi Aini Mustika (23) pasien perdana operasi atau bedah jantung perdana di RSD. dr. Soebandi kini sudah sembuh.

Terlihat, sejak masuk rumah sakit, Sabtu (14/5/2022) Silvi menjalani operasi jantung di rumah sakit, dan saat ini sudah bisa dinyatakan sembuh dan boleh pulang oleh dokter.

Bacaan Lainnya

Ditemui wartawan diruangannya, Silvi mengaku  berjalan beberapa meter sudah tidak engap-engapan. Biasanya, sebelum operasi debaran jantungnya mengalami dag dig dug.

“Saya ketahuan jantung sakit, tahun 2019. Saya sudah berobat keluar kota beberapa tahun ini, karena pandemi Covid-19 jadi tidak bisa beroperasi,” kata Silvi, Jumat (20/5/2022).

Menjalani pengobatan perdana di RSD. dr. Soebandi, Silvi mengaku gratis tanpa biaya. Bahkan, tidak mengalami antrian yang lama dan cepat terlaksana.

“Sempat frustasi, karena jantungnya bocor. Bagaimana kalau tidak kena dan tidak bisa bekerja,” kisahnya.

Setelah merasa sehat, Silvi berharap agar ada rumah sakit jantung yang ada di Kabupaten Jember.

“Biar orang-orang yang mau melakukan bedah jantung, tidak usah keluar kota, cukup di Jember saja,” ungkapnya.

Sementara, Direktur RSD. dr. Soebandi, dr. Hendro Soelistijono menyampaikan, semoga langkah awal ini bisa melayani secara rutin tindakan pembedahan jantung.

“Kedepan kami akan meningkatkan pelayanan bedah jantung, tentunya terus kami kembangkan jenis-jenis pelayanan jantung, baik anak maupun dewasa,” bebernya.

Hendro mengaku, dengan peralatan yang dimiliki, audah sangat layak untuk melaksanakan bedah jantung.

“Sedangkan kasus ibu (Silvi) ini tidak sederhana, namun kita bisa lalui dengan baik. Menurut tim dari Surabaya, kami sudah dinyatakan mampu,” tegasnya.

Sedangkan dokter jantung yang melakukan bedah jantung Silvi, dr. Drajat mengatakan jika pasien tersebut pembedahan jantungnya cukup rumit, jadi harus menghentikan jantung yang bocor.

“Kalau kita sudah bisa running dan SDM sudah bisa, serta siap semuanya, kita setiap hari bisa melaksanakan bedah jantung,” ungkapnya. (Sug)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait