TNI Mau Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, DPR: Harus Terukur, Tak Perlu Jumlah Besar

  • Whatsapp
TNI mau kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, DPR: Harus terukur, Tak perlu jumlah besar (foto: Puspen TNI)

Jakarta, beritalima.com|- Rencana Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) siapkan mengirim pasukan untuk misi Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Gaza, merndapat perhatian serius dari DPR.

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan, pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza harus ditempatkan secara proporsional, terukur, sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian, bukan langkah simbolik apalagi politis.

Utut menilai, kontribusi Indonesia tetap penting, namun jumlah pasukan tidak perlu terlalu besar dan harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Intinya, hemat saya tidak perlu terlalu besar seperti yang 20 ribu itu. Teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran,” ujar Utut kepada media di Gedung Nusantara II, Jakarta  (10/2).

Menurut Utut, wacana pengiriman pasukan tersebut telah melalui pembahasan lintas aktor strategis. Presiden Prabowo sebelumnya menggelar pertemuan dengan para mantan menteri luar negeri, tokoh nasional, serta ilmuwan di Istana Negara pada 4 Februari lalu. Dalam forum itu, Presiden memaparkan secara menyeluruh mulai dari landasan filosofis hingga peta geopolitik terkini konflik Gaza.

Utut memaparkan, secara konstitusional langkah Indonesia sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945, khususnya peran aktif Indonesia dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Sikap politik Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. “Hampir semua partai, termasuk partai kami, menyetujui bahwa kemerdekaan Palestina adalah hak mereka,” ujarnya.

Namun demikian, Utut mengingatkan penyelesaian konflik Palestina-Israel tidak sesederhana pengiriman pasukan atau dukungan politik semata. Presiden, kata dia, juga menekankan pentingnya pendekatan realistis melalui solusi dua negara (two state solution).

“Bukan sekadar kemerdekaan Palestina, tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan. Ini titik kompromi yang paling memungkinkan,” terang Utut. Ia menambahkan, dalam diplomasi internasional, tidak semua kehendak ideal dapat diwujudkan secara utuh.

Sementara Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memastikan kesiapan TNI jika keputusan politik telah diambil. Ia menyebut Mabes TNI dan Panglima TNI telah menyiapkan prajurit untuk diberangkatkan sewaktu-waktu. “Intinya kita sudah siap, tinggal menunggu perintah dan koordinasi kapan diberangkatkan,” sebut Donny, didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait