Tokoh Masyarakat Soroti Dugaan Roti Berjamur dalam Program MBG, Minta SOP dan Sanksi Ditegakkan

  • Whatsapp
Foto: Roti berjamur oleh dapur MBG diwilayah Desa Tamanagung dibagikan ke anak Taman Kanan Kanan. (Doc,Rony Subhan).

BANYUWANGI,Beritalima.com – Dugaan ditemukannya roti berjamur dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima seorang siswa TK Khotijah 161, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari tokoh masyarakat sekaligus Ketua Aliansi Timur Raya, Kang Sahrir.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak berinisial HN, siswa TK Khotijah 161 di Dusun Krajan RT 01 RW 07, Desa Tamanagung, menerima paket makanan pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam paket tersebut terdapat kurma, kacang asin berbahan koro, roti, dan satu butir telur. Namun saat hendak dikonsumsi, wali murid mendapati roti dalam kondisi diduga berjamur sehingga tidak jadi dimakan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Kang Sahrir menegaskan bahwa program MBG merupakan program yang menyangkut kesehatan anak-anak, sehingga tidak boleh ada kelalaian sedikit pun dalam proses penyediaan dan distribusi makanan.

“Secara aturan, setiap dapur MBG pasti memiliki SOP, mulai dari pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi. Jika benar ada roti berjamur sampai diterima siswa, berarti ada tahapan yang tidak berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam standar operasional seharusnya terdapat proses pengecekan kualitas sebelum makanan dikemas dan dikirim ke sekolah. Termasuk memastikan masa kedaluwarsa, kondisi fisik makanan, serta kebersihan tempat penyimpanan.

“Kalau itu terbukti kelalaian, maka kepala dapur harus bertanggung jawab. Dalam sistem kerja berbasis SOP, selalu ada konsekuensi atau sanksi jika terjadi kelalaian, apalagi ini menyangkut konsumsi anak-anak,” ujar Kang Sahrir.

Menurutnya, pengelola dapur MBG tidak cukup hanya menjalankan distribusi, tetapi juga wajib melakukan pengawasan ketat dan evaluasi berkala untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, Kepala Dapur MBG Fikri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban atau tanggapan resmi terkait dugaan roti berjamur tersebut.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak, sehingga kualitas dan keamanan pangan menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.(Rony//B5)

beritalima.com

Pos terkait