SURABAYA, beritalima.com | PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), meluncurkan inovasi digital bernama Mechanic Smart Assistant (MSA). Platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ini dirancang untuk mempercepat proses diagnosis fault code dan event code pada peralatan Rubber Tyred Gantry (RTG), Container Crane (CC), dan Mechanical Equipment (ME).
Inovasi dari TPS ini masuk 6 Besar atau The Best Six SPTP Group dari 30 nominasi terbaik. Diluncurkan di Expo Inovasi SPTP di Lobby Pelindo Place Office Tower, Surabaya, Jum’at (24/1/2026), dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kerugian akibat downtime alat.
Selama ini mekanik membutuhkan waktu 30–60 menit untuk menelusuri arti failure code melalui manual book atau database yang terpisah. Kondisi tersebut menimbulkan inefisiensi waktu yang dapat mencapai 6,45 jam per bulan, dengan estimasi potensi kerugian mencapai Rp354,6 juta per tahun.
MSA dikembangkan dari pengalaman mekanik di lapangan yang menghadapi berbagai jenis gangguan teknis secara bersamaan. Platform ini menyediakan akses informasi teknis alat secara cepat melalui perangkat mobile maupun komputer.
“Mekanik sering mengalami kesulitan dalam mencari arti kode gangguan. MSA mempermudah proses itu menjadi jauh lebih cepat,” jelas Sukarsono, Leader Shift Group D RTG TPS. Dengan MSA, tambahnya, waktu diagnosis masalah kini dapat dilakukan dalam kurang dari dua menit.
Kehadiran MSA dinilai mendukung percepatan learning time mekanik, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Sistem yang sebelumnya membutuhkan lebih dari enam bulan pembelajaran kini dipangkas menjadi kurang dari tiga bulan. Platform ini disiapkan untuk menjadi bagian dari program transformasi digital perusahaan, khususnya dalam standardisasi proses Preventive dan Predictive Maintenance.
TPS merancang roadmap pengembangan MSA dalam empat tahap. Tahap 1 membutuhkan waktu 3–6 bulan untuk implementasi awal alat RTG dengan chatbot dan basis data terbatas. Tahap 2 yang disebut Produk Lengkap membutuhkan waktu 6–12 bulan untuk penguatan knowledge base dan peningkatan fitur diagnosis.
Kemudian, tahap 3 disebut dengan Roll Out butuh 1–3 tahun untuk ekspansi ke RTG, CC dan ME dengan kapasitas server lebih besar. Dan tahap 4 disebut Komersialisasi butuh waktu 3–5 tahun untuk implementasi luas di Pelindo Group dan potensi bisnis.
Pengembangan dilakukan dengan memperhitungkan mitigasi risiko seperti kesalahan interpretasi data, validasi solusi, dan kebutuhan standarisasi knowledge base. Sistem juga dirancang menggunakan teknologi AI mutakhir berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk meminimalkan tingkat kesalahan.
Implementasi MSA memberikan sejumlah manfaat strategis, antara lain pengurangan downtime atau waktu henti alat, percepatan proses perbaikan, standarisasi langkah troubleshooting mekanik, dokumentasi solusi secara digital, dukungan terhadap kegiatan Predictive Maintenance (PDM), peningkatan akurasi dan konsistensi keputusan teknis. Selain itu, platform ini dinilai mudah direplikasi dan dapat menjadi model pengembangan teknologi di lingkungan Pelindo Group.
Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, mengatakan, MSA tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen TPS untuk mengembangkan budaya kerja yang lebih modern, adaptif dan berbasis teknologi.
“Dengan integrasi kecerdasan buatan, kami memastikan mekanik memiliki akses cepat terhadap informasi teknis yang akurat dan terstandar. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan generasi mekanik saat ini yang lebih akrab dengan perangkat digital,” ujarnya.
“Kami optimistis MSA dapat direplikasi di unit Pelindo Group lainnya serta menjadi model pengembangan teknologi yang mendukung produktivitas dan keselamatan kerja. TPS akan terus mendorong inovasi yang memberikan dampak langsung bagi pelanggan dan pemangku kepentingan. MSA adalah bagian dari langkah berkelanjutan kami dalam memastikan operasional terminal berjalan lebih efisien, lebih aman dan lebih berdaya saing di era digital,” tutup Kresna. (Gan)
Teks Foto: MSA, platform berbasis teknologi AI, diluncurkan TPS di Expo Inovasi SPTP di Lobby Pelindo Place Office Tower, Surabaya, Jum’at (24/1/2026).








