Surabaya, beritalima.com | Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa warga Surabaya terjamin layanan kesehatannya dengan layanan Universal Health Coverage (UHC). Sehingga bagi warga Surabaya yang menjadi peserta BPJS PBI non-aktif tidak perlu khawatir, karena Pemerintah Kota Surabaya akan mengaktifkan kembali.
Meski begitu, Wali Kota Eri Cahyadi mengajak warga Surabaya yang kaya secara finansial dalam desil 8 hingga desil 10 untuk bayar iuran BPJS secara mandiri.
“Saya minta tolong warga yang masuk ke dalam desil 8 sampai desil 10, untuk mau gotong royong bayar iuran BPJS secara mandiri. Hal ini dikarenakan agar Pemerintah Kota Surabaya bisa fokus menangani warga tidak mampu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (15/2/2026).
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan jika Pemerintah Kota Surabaya mengharapkan kesadaran bagi warga Surabaya yang mampu secara finansial bisa mendapatkan layanan jaminan Kesehatan dengan mandiri. “Mari kita gotong – royong Bersama. Yang tidak mampu dipegang pemerintah, tapi yang mampu saya doakan tambah kaya, tambah rezekinya,” ujar Wali Kota Eri.
Dalam Waktu dekat, kata Wali Kota Eri Cahyadi, Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan konfirmasi ulang warga Surabaya yang masuk ke dalam keluarga miskin, pra sejahtera dan sejahtera saat pelaksanaan Kampung Pancasila. Dari hal tersebut, nantinya bagi warga Surabaya yang sudah masuk ke dalam kategori sejahtera bisa membayar iuran jaminan kesehatan secara mandiri.
“Kita akan kembalikan lagi ke warga apakah ada sanggahan terkait data warga prasejahtera di masing-masing RW. Kita akan sampaikan, benar tidak warga prasejahtera sekian, yang sejahtera sekian. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon untuk membayar sendiri (BPJS-nya),” jelasnya.
Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga mengimbau bagi perusahaan yang ada di Surabaya untuk melaksanakan kewajibannya dalam memberikan jaminan Kesehatan bagi pekerja di Surabaya. Dari hal tersebut, seluruh warga Surabaya, baik itu warga tidak mampu, pra sejahtera, hingga pekerja di Surabaya mendapatkan jaminan Kesehatan secara penuh, tidak ada yang tertinggal.
Hal ini selaras dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang juga meminta orang-orang kaya bisa membayar iuran BPJS secara mandiri. Sehingga anggaran pemerintah bisa difokuskan bagi keluarga tidak mampu. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, iuran sebesar Rp 42.000 bagi orang kaya seharusnya mampu untuk dibayarkan secara mandiri. (*)








