Untuk Ciptakan K3, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sangat Dibutuhkan

oleh -276 views
Ka-Ki: Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim, Dodo Suharto, Kadisnakertrans Jatim, Dr Himawan Estu Bagijo SH MH, Dr Adithya Sudiarno ST MT IPM ASEAN Eng, dan Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari, dalam acara Seminar K3 di Surabaya, Selasa (18/2/2020)

SURABAYA, beritalima.com | Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sangat penting. Bahkan, K3 lebih penting dibandingkan dapat santunan BPJS Ketenagakerjaan. Akan tetapi, Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan juga sangat penting dan dibutuhkan untuk terciptanya K3.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Dr Himawan Estu Bagijo SH MH, menyampaikan itu dalam Seminar K3 di sebuah hotel di Surabaya, Selasa (18/2/2020).

www.beritalima.com

Seminar yang digelar BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Surabaya Tanjung Perak bekerjasama dengan Disnakertrans Jatim ini bertemakan “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 Pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.

Dalam seminar ini hadir Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Dodo Suharto, dan Asisten Deputi Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Gigih Mulyo Utomo.

Di samping mereka tampak pula Kepala Bidang Pengawasan dan K3 Disnakertrans Provinsi Jatim, Suhartoyo, Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari, dan Kabid Kepesertaan Moch Arfan.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Tidak kurang dari 80 pimpinan atau wakil perusahaan mengikuti seminar yang menghadirkan narasumber Dr Adithya Sudiarno ST MT IPM ASEAN Eng dan Kepala Sie K3 Erna Wurjanti ini.

Himawan menjelaskan, mencegah musibah kecelakaan kerja itu lebih baik daripada dapat santunan BPJS Ketenagakerjaan, meski lembaga negara ini telah meningkatkan santunan atau manfaat program.

Untuk itu, pihaknya akan terus menyuarakan K3. K3 ini sangat penting dan harus dibudayakan. Pekerja harus selalu diingatkan untuk memakai alat keamanan kerja.

“Prinsip K3 ini telah menjadi prinsip universal dalam semua aktivitas kerja. Karena, kalau K3 tidak dilakukan justru akan mengurangi produktifitas. Dan itu akan terus disuarakan, bukan untuk kepentingan goverenment, tapi untuk dunia usaha,” kata Himawan.

Dia juga menegaskan, adanya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan juga sangat dibutuhkan untuk terciptanya K3. Apalagi manfaatnya telah ditingkatkan, ini akan membuat tenaga kerja lebih tenang dalam menjalankan aktivitas kerja.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Dodo Suharto, menyatakan sepakat bahwa keselamatan kerja lebih utama. Namun, Dodo juga mengungkapkan bahwa angka kecelakaan kerja cenderung meningkat.

Karena itu, meski uang kelolaan BPJAMSOSTEK sangat besar (sekitar Rp 431 triliun) dan sangat cukup untuk membayar berapapun besarnya klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang telah ditingkatkan, BPJAMSOSTEK akan turut mendukung dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk menciptakan K3.

“Kami berharap penyelenggaraan Seminar K3 ini mampu menekan angka kecelakaan kerja meski manfaat JKK dan JKM telah ditingkatkan, karena keselamatan kerja memang lebih utama,” ujar Dodo.

Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari, mengatakan, Seminar K3 ini diselenggarakan dalam rangka Bulan K3 yang selalu diperingati setiap tanggal 12 Januari sampai 12 Februari.

Menurutnya, prioritas kegiatan ini adalah untuk mencegah kasus kecelakaan kerja, utamanya di wilayah Tanjung Perak yang riskan kecelakaan kerja, baik di tempat kerja maupun di jalan yang dilalui pekerja saat berangkat dan pulang serta menjalankan tugas.

“Harapan kami dengan penyelenggaraan Seminar K3 ini angka kecelakaan kerja akan menurun,” ujar Galuh.

Sementara itu dalam seminar, Erna Wurjanti dengan materi “Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja”
menegaskan, perlunya upaya pencegahan terhadap problem sosial dan ekonomi yang terkait dengan penerapan K3.

Menurutnya, agar penerapan K3 berjalan secara efektif, perusahaan harus mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung untuk mencapai kebijakan, tujuan, dan sasaran K3.

“Perusahaan perlu secara rutin meninjau ulang dan terus menerus meningkatkan K3 dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sedangkan pemateri lainnya, Dr Adithya Sudiarno, dengan makalah berjudul “Implementasi K3 di Era Revolusi Indsutri 4.0.” mengatakan, dengan diterapkannya revolusi 4.0 telah mampu meningkatkan keamanan pekerja, sehingga kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja dapat diminimalisir. (Ganefo) www.beritalima.com

www.beritalima.com