JAKARTA,beritalima.com – Di tengah derasnya arus transisi energi dan disrupsi teknologi global, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat fondasi masa depan melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi berkelanjutan. Peran strategis itu dijalankan oleh Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina.
Penegasan tersebut disampaikan dalam peringatan HUT ke-15 Pertamina Foundation yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-10 Universitas Pertamina di kampus UPER, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan perusahaan energi saat ini tidak lagi cukup mengandalkan kekuatan sumber daya alam, infrastruktur, maupun modal finansial. Menurut dia, keunggulan kompetitif justru ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelolanya.
“Universitas Pertamina memegang peranan strategis dalam mencetak profesional energi, analis, inovator, dan pemimpin masa depan yang memahami kompleksitas industri sekaligus memiliki integritas dan perspektif keberlanjutan,” ujar Simon.
Ia menambahkan, Pertamina Foundation memastikan kontribusi sosial perusahaan berjalan terarah dan berdampak jangka panjang melalui pendidikan, inovasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Simon, PF dan UPER berada dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Ini adalah investasi jangka panjang Pertamina—bukan hanya pada energi, tetapi pada manusia,” katanya.
Simon juga mengapresiasi capaian akreditasi unggul yang diraih Universitas Pertamina. Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti keseriusan institusi dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan industri energi nasional.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menekankan pentingnya peran UPER dan PF dalam membangun talenta unggul serta menjadi pusat riset dan inovasi energi yang selaras dengan arah pembangunan nasional.
“Dalam waktu relatif singkat, Universitas Pertamina berkembang menjadi center of excellence di bidang energi. Kolaborasi dengan industri, BUMN, pemerintah, hingga mitra internasional menunjukkan kapasitasnya semakin matang,” ungkap Iriawan.
Ia juga menyoroti kiprah Pertamina Foundation yang telah menyalurkan puluhan ribu beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa dari Aceh hingga Papua, serta mendukung ratusan program pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan riset energi.
Sementara itu, Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyebut PF dan UPER sebagai satu kesatuan ekosistem transformasi. PF, kata dia, membangun manusia di ruang sosial kemasyarakatan, sedangkan UPER membentuk insan unggul di ruang akademik dan ilmu pengetahuan.
“Keduanya bermuara pada tujuan yang sama: Energizing Indonesia. Kami adalah fondasi sosial dari transformasi bisnis Pertamina,” tegas Agus.
Rektor Universitas Pertamina, Wawan Gunawan, mengatakan UPER terus memperkuat reputasinya sebagai perguruan tinggi berbasis energi, teknologi, dan keberlanjutan. Berbagai capaian dalam akreditasi, reputasi global, internasionalisasi, kualitas lulusan, hingga prestasi mahasiswa menjadi indikator konsistensi pengembangan institusi.
Dalam momentum tersebut, PF dan UPER juga menjalin kemitraan strategis dengan lebih dari 20 institusi guna memperkuat implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar sosial, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui sinergi ini, Pertamina menegaskan bahwa energi terbesar perusahaan bukan semata berasal dari sumber daya alam, melainkan dari insan-insan unggul yang terus belajar, berinovasi, dan memberi manfaat bagi bangsa. (yopi)







