Varian Omicron Apa Kebal Terhadap Vaksin

  • Whatsapp

Oleh :
DR.dr. Robert Arjuna FEAS*
Semenjak kasus Covid-19 berwabah di Propimsi Wuhan – China Des 2019 lalumenjadi Pandemi dunia negara banyak melakukan lockdown atau PPKM berlevel dan perketat Protokol Kesehatan dan Vaksinasi madsal. Sebab varian covid
-19 selalu melakukan replikasi dari strian Alpha- Beta- Delta fan Gamma dan mucul varian baru Omicron yang pertama kali muncul di Afrika Selatn dan sekarang menyebar keseluruh dunia konon varian baru ini menyerupai flu biasa dan kebal terhadsp vaksinasi.
Varian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19. WHO menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani. Omicron menunjukkan gejala dari varian Omicron sangat berbeda dengan varian Delta. Bahkan gejala varian Omicron lebih mirip pilek. Covid varian Omicron ini disebut lebih menular, baik dari virus aslinya maupun dari varian Delta. (SHUTTERSTOCK/Corona Borealis Studio)

VARIAN SUMICRON
Kementerian Kesehatan RI, kasus pertama Omicron diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis (16/12/2021). Kasus pertama omicron ini terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.Menkes merinci para petugas kebersihan Wisma Atlet diambil sampel rutin pada 8 Desember 2021. Hasil pemeriksaan keluar tanggal 10 Desember 2021 didapati 3 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Nadia selaku jubir Kemenkes RI mengatakn : menyebut, tiga kasus baru ini berasal dari Malysia dan Kongo. Ketiganya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI)”Satu Malaysia dan dua Kongo,Sama seperti kasus-kasus Omicron sebelumnya, Omicron terdeteksi dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Ketiga pasien positif Omicron ini saat ini sedang menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.Pemerintah mengimbau masyarakat menahan diri terlebih dahulu agar tidak ke luar negeri untuk liburan akhir tahun. Hal tersebut adalah cara untuk mengurangi masuknya varian Omicron ke Indonesia.Varian Covid terbaru Omicron di Indonesia kini bertambah menjadi 8 kasus. Ada potensi bertambahnya kasus. Untuk mencegahnya, WHO telah memberikan beberapa panduan.

Infeksi Covid-19 varian Omicron terus meningkat. Bahkan para ahli memperkirakan, puncak infeksi varian ini akan terjadi di bulan Februari. Varian ini membuat banyak orang takut karena orang yang sudah vaksin bisa kena Omicron.
Omicron adalah varian terbaru dari virus SARS-CoV-2. Varian ini memiliki kemampuan untuk menempel pada sel manusia lebih cepat, bahkan varian ini bisa menginfeksi orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin penuh. Data dari University of Rochester Medical Center, varian Omicron lebih menular empat kali lebih cepat dibandingkan varian Delta.Omicron telah menyebabkan kasus infeksi Covid-19 di berbagai negara kembali meningkat secara signifikan. Para ahli di Eropa memperkirakan sebanyak 50 persen populasi Eropa akan terinfeksi varian Omicron pada 6 sampai 8 minggu ke depan.99Varian ini menyebar dengan sangat cepat, namun, tingkat kematiannya memang tidak signifikan. Terdapat kasus kematian dan angkanya meningkat pada negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah
Varian “Omicron” hasil mutasi Covid-19, kini tengah menjadi perhatian serius Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Karena WHO pun masih belum bisa menjelaskan secara detail apakah Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih besar ketimbang varian lain.Varian Omicron ini juga lebih dikenal sebagai varian B.1.1.529. Varian ini pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada 24 November 2021 dan kini Organisasi Kesehatan Dunia sudah mengklasifikasi Omicron sebagai Varian of Concern (VOC) yang merupakan varian yang harus diwaspadai.

“Keputusan ini didasarkan pada bukti yang diberikan kepada TAG-VE bahwa Omicron memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada perilakunya, misalnya, seberapa mudah menyebar atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya,”TAG-VE merujuk pada The Advice of WHO’s Technical Advisory Group on Virus Evolution atau Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus. WHO menjelaskan saat ini para peneliti di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami seluk beluk varian Omicron.
Kementerian Kesehatan mencatat penambahan total kasus konfirmasi Omicron hingga Sabtu (8/1) sebanyak 414 orang. Ada penambahan kasus sebanyak 75 orang pada Sabtu (8/1).Secara keseluruhan selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, sementara pada tahun 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang.
Dari 414 orang, sebanyak 50 orang dengan kasus transmisi lokal. Sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Selain itu, kebanyakan dari yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap.

GEJALA OMICRON
1.seperti influnsi
2. Risiko infeksi ulang
3. Terdeteksi tes PCR
4. Perlu vaksin booster terhadap varian Omicron
5.Allternatif vaksin booster adalah Moderna dan Pfizer

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan karena hal tersebut pemerintah meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri jika tidak terlalu penting.Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” Kasus penularan Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Meski seseorang telah divaksinasi COVID-19 dua dosis, virus tersebut tetap bisa menginfeksi.Artinya vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus COVID-19. Bahkan kebanyakan kasus konfirmasi Omicron saat ini telah menginfeksi mereka yang telah lengkap vaksinasi nya.
“Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari” tutup dr. Nadia

6 SIFAT OMICRON
1. Memiliki penularan yang tinggi
2. Risiko infeksi ulang
3. Terdeteksi tes PCR
4. Perlu vaksin booster terhadap varian Omicron
5. Alternatif vaksin booster adalah Moderna dan Pfizer
6. Varian Omicron membawa 10 mutasi

KEBAL TERHADAP VAKSINASI
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa walaupun sudah vaksin masih bisa terinfeksi Covid-19 varian Omicron. Apakah ini berarti vaksinnya sia-sia? Sebagian besar kasus varian Omicron ini memang menyerang orang yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap. Hal ini bukan berarti orang yang telah divaksin menjadi lebih rentan terhadap varian Omicron, tetapi orang yang sudah divaksin jumlahnya lebih banyak dari orang yang belum divaksin.
Fakta tersebut senada dengan fakta yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO), bahwa tingkat mortalitas akibat Covid-19 tetap stabil dan tetap meningkat. Tingkat mortalitasnya tetap tinggi pada negara-negara dengan tingkat vaksinasi rendah.

PENULARAM OMICRON
WHO berkata terdapat 5 langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.
1. Vaksinasi
2. Vaksin booster atau vaksin ketiga
3. Menggunakan masker
4. Ventilasi baik pada ruangan yang tertutup
5. Menerapkan protokol kesehatan dengan ketat

Kemenkes mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru COVID-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

Varian baru virus penyebab Covid-19 (SARS-CoV-2) yang dikenal juga sebagai varian B.1.1.529. Dilaporkan pertama kali dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.Klasifikasi WHO: Varian yang diwaspadai. Bukti awal tunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi berulang.Belum ada bukti varian ini dapat menular lebih cepat atau lebih parah dibandingkan varian lain.Tes PCR masih bisa mendeteksi varian ini.Demikian sekilasinfo tentang Omicron, semoga bermanfaat.
RobertoNews 1205《20.1.22(07.00))》
• Praktisi Dokter & Penulis Ilmu Kesehatan

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait