Waduh …….!! Kabar Dugaan Perselingkuhan Ketua BPD Desa Bedewang Mencuat

  • Whatsapp
foto : ilustrasi

BANYUWANGI, beritalima.com – Kabar dugaan perselingkuhan yang di lakukan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bedewang kecamatan Songgon mulai jadi cibiran masyarakat.

Kabarnya sekelompok tokoh masyarakat yang berasal dari dusun Wiyayu Timur sempat mendatangi kantor Desa Bedewang menuntut agar ketua BPD tersebut mundur dari jabatannya. (jumat, 23/9/2022)

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Ahmad Holili, salah satu warga dusun wiyayu timur yang juga turut mendatangi kantor Desa.

“kami bersama beberapa tokoh masyarakat mendatangi kantor desa sudah dua kali, dengan tujuan menuntut agar ketua BPD mundur dari jabatannya karena alasan moralitas dengan mencuat kabar dugaan perselingkuhan dengan salah satu warga, yang saat itu terjadi sekitar bulan juli, warga sekitar pun sudah mulai gerah dengan kabar itu.” ungkap Holili.

Bahkan Holili menambahkan, masyarakat akan mendatangi kantor desa lagi untuk menanyakan perkembangan.

“karena pada hari jumat kemarin Pj Kades tidak ada, dan kita dijanjikan jawaban tiga hari kedepan, maka jika tidak ada kejelasan kita akan datangi lagi kantor desa.” tambahnya.

Sementara Menurut, YS, Ketua BPD desa Bedewang, pada saat dikonfirmasi melalui saluran selulernya, membantah kabar perselingkuhannya.

“itu tidak benar, berkaitan dengan aksi warga itu saya tidak tahu, dan itu hak warga, pastinya semua ada prosedurnya.” singkatnya.

Bahkan, selain itu kabarnya, KD wanita yang disebut sebut sebagai selingkuhan YS, Juga menuliskan pernyataan pengakuan perselingkuhan yang terjadi pada tanggal 30 juli 2022, tertuliskan bahwa suaminya mengetahui dan memergoko dirinya sendmdang berhubungan dengan Yahya, bahkan Muncul pula surat pernyataan permohonan maaf dari ketua BPD kepada suami KD yang berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Bukan hanya itu, kabar dugaan perselingkuhan itu pun sempat dibawa ke ranah polsek Songgon.

Parahnya, Ketua BPD tersebut bukan hanya sebagai salah satu Elemen di pemerintah Desa Bedewang, namun juga diakui dirinya sebagai tenaga pendidik di sebuah maderasah Ibtidaiyah di wilayah kecamatan songgon dan seorang takmir masjid di lingkungan desa Bedewang. (bi)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait