BOJONEGORO, Beritalima.com-
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur (Jatim) Sri Wahyuni, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi sarana strategis bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mempererat komunikasi antara wakil rakyat dengan konstituennya di daerah pemilihan.
Melalui kegiatan reses ini, anggota fraksi partai Demokrat tersebut menghimpun 3 aspirasi strategis yang berhasil terserap dari konstituen. Yakni penguatan pendidikan keagamaan, meliputi pengembangan pendidikan Islami, peningkatan kesejahteraan dan peran pendidik, serta pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan bibit sayur mayur.
Sri Wahyuni menuturkan bahwa serapan aspirasi masyarakat Kabupaten Bojonegoro, diharapkan dapat menjadi bagian dari perumusan kebijakan pembangunan di Provinsi Jawa Timur ke depan.
Reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, pemuda, hingga kalangan pendidik.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, turut hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menegaskan, bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD provinsi Jawa Timur untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengarkan, mencatat, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan di tingkat provinsi.
“Reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog yang sangat penting bagi kami untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur,” kata Sri Wahyuni
Memasuki sesi dialog dan tanya jawab, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Sedikitnya tiga perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai usulan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan, kesejahteraan guru, serta pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan antara lain permintaan program konkret untuk pengembangan pendidikan Islami, peningkatan kesadaran anak-anak agar lebih bersemangat dalam menimba ilmu agama melalui dukungan perlengkapan belajar seperti seragam dan alat tulis, permohonan insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an, bantuan instruktur senam untuk kegiatan kesehatan masyarakat, serta bantuan bibit sayur-mayur guna menunjang kebutuhan dan ketahanan pangan warga.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Sri Wahyuni menyampaikan penjelasan sekaligus komitmen di hadapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan keagamaan menjadi salah satu perhatian penting, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.
“Untuk pendidikan Islami, kami mendorong program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti bantuan sarana dan prasarana Taman Pendidikan Al-Qur’an, dukungan alat belajar, serta kegiatan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan,” tandasnya.
Terkait upaya meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar agama, Sri Wahyuni menilai, bahwa dukungan perlengkapan belajar sangat dibutuhkan. Menurutnya, bantuan berupa seragam, alat tulis, maupun media pembelajaran akan diupayakan melalui program yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Sementara itu, mengenai permintaan insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an, Sri Wahyuni mengakui peran besar para guru ngaji dalam membangun akhlak generasi muda. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi tersebut agar dapat diakomodasi dalam kebijakan dan penganggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan pilar penting dalam pendidikan karakter. Aspirasi terkait insentif ini akan kami catat dan perjuangkan agar ke depan dapat perhatian yang lebih terhadap kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Adapun usulan bantuan instruktur senam dan pemberian bibit sayur-mayur, menurut Sri Wahyuni, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi keluarga. Ia menyatakan akan mendorong program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pola hidup sehat serta ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Selain dialog dan penyampaian aspirasi, kegiatan reses tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Puluhan anak yatim menerima santunan yang diharapkan dapat meringankan beban serta memberikan motivasi untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Reses ditutup dengan doa bersama serta harapan agar aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara nyata. Warga Desa Margomulyo menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.(Yul)








