Wakil Walikota Langsa Gugup saat di suntik Vaksin Covid-19

  • Whatsapp

LANGSA,ACEH -Berita Lima – Tgk Usman Abdullah, SE ( Walikota Langsa) tidak dapat hadir saat penyuntikan Vaksin Sinovac sebab sedang melakukan Dinas Luar Kota sehingga digantikan Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, dalam penyuntikan perdana vaksin Covid-19 di Wilayah Kota Langsa Aceh.

Pada Pencanangan vaksinisasi Covid-19 Pemko Langsa menyatakan Vaksin halal dan aman , pelaksanaan awal di laksanakan di halaman Istalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

Menurut keterangan Sekdakot Langsa, Ir H Said Mahdum Madjid MM, absen nya Wali Kota Langsa dikarenakan sedang dinas luar kota bersama dengan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Langsa, Amri, ke Banda Aceh., demikian ugkap Said Mahdum (sapaan akrab beliau) pada Rabu (10/2)

beritalima.com

Said Mahdum juga menjawab pertanyaan media “Tidak benar pak Wali Kota Langsa menghindar dari vaksin Covid 19, tapi beliau lagi dinas luar kota, yakni pelaporan keuangan di Banda Aceh,” papar Said.

Dalam pengamatan media
Ikut juga divaksinasi, 10 Forkopimda lainnya, yakni Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH, Ketua Pangadilan Negeri Langsa, Direktur RSUD Langsa, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Lapas, Dandim 0104/Atim, Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M.Tr (Han), Kajari Langsa, Ikhwan Nul Hakim, SH, dan lainnya.

beritalima.com

Sementara saat proses penyuntikan, Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid terlihat di wajahnya gugup dengan tekanan darah pada saat screening naik hingga 145 dan diamanatkan oleh tim medis agar lebih santai dan rileks saja, setelah beberapa saat maka dr, Nuansa sebagai vaksinator melakukan suntikan vaksin Sinovac perdana.

Dalam amanat yang di sampaikan dalam pidato Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, mengatakan, Covid-19 adalah penyakit yang menular yang belum pernah terjadi dan baru pertama di Wuhan, China. Apalagi, Covid-19 sebagai pandemi adalah bencana non alam, dalam rentang waktu sebulan mewabah dari kota hingga ke desa.

Di Kota Langsa terdata 247 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yang meninggal 16 orang, ditambah lagi dampak lumpuhnya ekonomi warga.

Marzuki Hamid meminta kepada masyarakat wajib menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir, harus tetap dijalankan.

Masih dalam isi pidato Marzuki bahwa Vaksin merupakan penyuntikan dalam tubuh untuk menjaga tubuh dan kekebalan serta memutuskan mata rantai Covid-19, mencapai kekebalan kelompok masyarakat, kekebalan ini bermanfaat bagi kelompok yang tak terkonfirmasi Covid-19,”

“Masyarakat tak perlu khawatir ungkap Marzuki Hamid bahwa BPOM mengeluarkan maklumat menganjurkan suntik Vaksin Covid 19 Sinovac”.

“MUI juga mengeluarkan fatwa halal dan aman, berbagai iktibar dilakukan untuk mengakhiri Pandemic Covid-19 ini. Sehingga keyakinan kepada masyarakat untuk mengakhiri Pandemic Covid 19 dengan suntikan vaksin” papar Marzuki Hamid.

Direktur RSUD Langsa, dr Helmi, dalam laporannya menyebutkan vaksinisasi pencanangan sasaran yaitu Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 1.173 orang, diharapkan dapat mengikutinya.

“Tenaga kesehatan diwajibkan me-registrasi sesuai anjuran Pemerintah Aceh, kami berharap proses berjalan baik semoga bisa keluar dari Pandemic Covid 19, kesehatan pulih Indonesia bangkit,” papar dr Helmi.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Langsa, dr Herman menyatakan,
Pemko Langsa sudah memperoleh 1.528 vial pada tahap pertama dari Pemerintah Aceh dan sudah didistribusikan kepada lima Puskesmas dalam wilayah Kota Langsa, dan untuk tahap awal sudah 10 Pejabat Langsa di Vaksin” paparnya. (Kabiro Langsa: Eddy)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait