Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng Pemuda IPNU dan IPPNU Jadi Agen Perubahan

  • Whatsapp

SURABAYA, beritalima.com | Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir dalam pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Surabaya, di Hotel Tunjungan, Minggu (27/3/2022) pagi. Di kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi memberikan semangat perubahan kepada 120 pengurus baru yang hadir.

Dalam acara pelantikan IPNU dan IPPNU ini tidak hanya dihadiri oleh Wali Kota Eri Cahyadi, ada pula Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya Kiyai Haji Ahmad Muhibbin Zuhri, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur M. Fakhrul Irfansyah, Pengurus Pusat PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan yang diwakili oleh Wakapolrestabes AKBP Hartoyo, Anggota DPRD Kota Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas dan masih banyak lainnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya mengatakan, para pemuda anggota IPNU dan IPPNU yang dilantik pada hari ini diharapkan bisa berkontribusi dan menjadi agen perubahan di Kota Surabaya. Menurut dia, para pemuda yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU, mempunyai kontribusi dalam menciptakan pemimpin hebat dan perubahan di masa depan untuk bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya.

“Saya nyuwun tolong (minta tolong) setelah dilantik ini, semangat kebersamaan dan kekeluargaan itu bisa kita wujudkan, sehingga kita bisa mengubah sebuah kota dan negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Itu cita-cita kita, tunjukkan semangatnya dan jangan sampai terombang ambing oleh kepentingan politik sesaat,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Mas Eri itu juga menyampaikan, agar para anggota IPNU dan IPPNU yang baru untuk mengedepankan kepentingan umat Kota Pahlawan. Ia mencontohkan salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang baru saja dicanangkan pada 25 Maret 2022 lalu. Pada saat itu, dia mencanangkan Hari Padat Karya, dengan memanfaatkan lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) di kawasan Tambak Wedi dan Pakal, untuk dijadikan lahan pertanian dan tambak.

Di hadapan para pemuda IPNU dan IPPNU ia menjelaskan, bahwa aset Pemkot Surabaya seluas 6000 meter persegi di Tambak Wedi itu digunakan sebagai lahan pertanian yang dikelola oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bukan hanya pertanian, tetapi ada pula budidaya ikan patin dan nila serta pembuatan paving.

“Mengedepankan kepentingan umat seperti ini lah yang harus dilakukan, sehingga ke depannya tidak ada lagi yang namanya pengangguran di Kota Surabaya. Ini tugas kita bersama, Insya Allah kita bisa bergerak bersama untuk kepentingan umat. Sehingga nanti yang lulus kuliah atau SMA/SMK, tidak lagi bingung mencari pekerjaan. Misal, bisa jadi pengawas pembuatan paving dan lain sebagainya,” ujar Mas Eri.

Dalam waktu dekat, Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu berencana mengumpulkan para pemuda yang tergabung dalam IPNU, IPPNU maupun dari Pemuda Muhammadiyah, untuk bergerak bersama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Surabaya. Menurut dia, Pemkot Surabaya tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

“Karena kota dan negara ini bertumpu kepada para pemuda-pemuda seperti panjenengan semua ini. Karena itu saya berharap betul, para pemuda jangan sampai dibelokkan arahnya mengikuti kepentingan-kepentingan yang lain. Jadilah pemuda-pemuda yang bisa mengubah kota dan negara melalui Akhlakul Karimah di masa mendatang, selamat mengemban tugas,” tuturnya.

Di samping itu, Ketua PCNU Surabaya Kiyai Haji Ahmad Muhibbin Zuhri menyampaikan, pelantikan anggota IPNU dan IPPNU kali ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk para pemuda dan pelajar NU ke depannya. Senada dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ia berharap para pemuda IPNU dan IPPNU bisa turun dan hadir langsung membantu di tengah-tengah masyarakat.

Muhibbin juga tidak lupa mengingatkan para pengurus baru IPNU dan IPPNU untuk memanfaatkan peluang di era digital untuk kepentingan masyarakat. Menurut dia, dunia digital menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus baru IPNU dan IPPNU. “Ketika turun ke masyarakat kita juga harus menyesuaikan dengan era yang ada. Saya harap, para pengurus baru IPNU dan IPPNU bisa membawa perubahan besar bagi masa depan NU ke depanya,” pungkas Muhibbin. (*)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait