Walikota Madiun Ajak PKL Studi Banding Ke Semarang

SEMARANG, beritalima.com- Keseriusan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, dalam hal penataan pedagang kaki lima (PKL) tak hanya ditunjukkan melalui penyediaan fasilitas berjualan saja. Agar semakin optimal, pemkot melalui Dinas Perdagangan mengajak para pedagang studi banding ke Kota Semarang, mulai Selasa (25/2), kemarin.

Simpang Lima dan Kota Lama Semarang menjadi lokasi utama studi banding bagi PKL. Di area tersebut, 150 perwakilan paguyuban PKL diajak melihat dan memahami cara menggelar barang dagangan dengan rapi dan bersih. Terutama, PKL yang menjual makanan dan minuman.

Pada giat studi banding itu, para PKL juga diajak berkunjung ke Balaikota Semarang. Kunjungan tersebut disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminudin.

“Penataan PKL di Semarang sudah dimulai sejak 2010,” ujarnya di hadapan rombongan dari Kota Madiun.

Lebih lanjut, Iswar mengungkapkan, penataan PKL dapat dilakukan secara optimal jika ada kesepahaman bersama antara PKL dan pemerintah.

Dalam hal ini, Pemkot Semarang menerapkan beberapa peraturan yang wajib ditaati oleh PKL. Di antaranya, tidak memasak di lokasi berjualan. Serta, menjaga lapak dan area sekitarnya tetap bersih. Sehingga, tidak boleh ada satupun sampah yang terlihat.

Sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian daerah, Pemkot Semarang berupaya meningkatkan kesejahteragan PKL. Menurut mereka, PKL bukan beban. Sehingga, tidak boleh disia-siakan.

“Hingga saat ini, kami bisa menerima 714 ribu kunjungan wisata setiap tahunnya. Hal ini tak lepas dari peran serta PKL,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut Walikota Madiun Maidi berharap para PKL dari Kota Madiun dapat menyerap banyak ilmu dari Semarang. Kemudian, diterapkan di Kota Madiun. Sehingga, PKL di Kota Pendekar ini semakin tertata.

Dengan penataan yang tepat, maka PKL tidak akan menjadi momok. Justru, semakin memperkuat perekonomian daerah. Serta, menambah keindahan kota.

“PKL adalah warga Kota Madiun juga. Untuk itu, wajib kita bantu. Dengan fasilitas tempat yang disediakan pemkot, ditambah kesadaran PKL untuk merawat lapak dengan baik, maka wisatawan akan ramai berdatangan. PKL sejahtera bukan hal mustahil di Kota Madiun,” tegasnya. (Sumber: Diskominfo).