Walikota Madiun Pimpin Rakor Percepatan Pembangunan

  • Whatsapp

MADIUN, beritalima.com- Wacana percepatan pembangunan usai lebaran di Kota Madiun, Jawa Timur, terus dikebut.

Untuk itu, Walikota Madiun menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang 13 Balaikota, guna menentukan langkah pembangunan yang tepat dalam waktu dekat, Senin 24 Mei 2021.

‘’Ada banyak pekerjaan yang belum bisa dikerjakan secara maksimal karena kemarin masih sering turun hujan. Saatnya kita maksimalkan mulai sekarang,’’ kata Walikota Madiun, H. Maidi.

Sebab, lanjutnya, APBD 2021 belum terserap maksimal karena beberapa pembangunan belum berjalan lancar. Seperti diketahui, ada banyak rencana pembangunan tahun ini. Pembangunan trotoar dan pembangunan lanjutan Lapak UMKM beberapa yang sudah berjalan.

Sejumlah pembangunan lain masih menuju tahap pengerjaan. Diantaranya, pembangunan Lorong Seni, lanjutan Sumber Umis dari Patung Merlion sampai ke Jalan Kalimantan, pembangunan pedestrian di Jalan Jawa, renovasi Pasar Sleko, dan lain sebagainya.

Untuk ini, walikota menginstruksikan agar dapat mulai maksimal bulan ini.

‘’Sejumlah pekerjaan sudah dimulai. Termasuk yang Pasar Sleko, Ruang Terbuka Hijau, trotoar, dan lainnya. Tetapi saya minta untuk lebih dimaksimalkan,’’ tandasnya.

Dalam rakor juga mengemuka pembahasan sejumlah investor yang ingin masuk ke Kota Pendekar (sebutan untuk Kota Madiun). Mulai jaringan waralaba Kebab Rafi, pendirian pabrik Danone, hingga investor pengelolaan sampah. Kebab Rafi satu yang sudah siap jalan dan dijadwalkan mulai join bulan depan.

Sedangkan dua lainnya masih dalam taraf tawar menawar. Keberadaan investor tersebut perlu untuk mendongkrak perekonomian di Kota Madiun. Selain itu, tentu bisa menyerap tenaga kerja Kota Pendekar.

‘’Kalau kota ini bergerak, ekonomi perlahan akan meningkat. Tetapi tentu dengan tidak mengesampingkan protokol kesehatan,’’ ungkapnya.

Selain itu, Kota Madiun juga mendapatkan bantuan pemerintah pusat melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program ini diharapkan dapat semakin mengikis titik-titik yang dinilai masih kumuh.

‘’Untuk saluran lingkungan ada sekitar 67 titik dan untuk RTLH (rumah tidak layak huni) tahun ini kita ada 130 rumah,’’ pungkasnya. (Sumber Diskominfo/editor: Dibyo).

H. Maidi (atas).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait