Wamen LH kunjungi SRMA 17 Sekaligus Hadiri Isra Mi’raj dan Serahkan Bantuan Komposter

  • Whatsapp

Banjarsari | beritalima.com — Momentum Isra Mi’raj dijadikan landasan untuk membangun karakter siswa yang peduli lingkungan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran Sekolah Rakyat di tingkat nasional. Pesan ini disampaikan Diaz Hwndropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Bdan Pengendalian Lingkungan saat kunjungan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA 17) di Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Kunjungan tersebut yang juga menghadiri Isra Mi’raj bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sekaligus menyerahkan bantuan fasilitas pengelolaan sampah berupa komposter untuk mengelola sampah organik dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih dan berkelanjutan.

“Langkah ini bertujuan untuk memacu SRMA 17 agar segera bergabung dalam Program Adiwiyata, sebuah
program unggulan KLH/BPLH yang memberikan penghargaan kepada sekolah yang berhasil menerapkan tata kelola lingkungan secara efektif,” ujar Wamen Diaz.

Diaz pun menekankan pentingnya pembinaan dari kementerian untuk memastikan sekolah memiliki standar pengelolaan lingkungan yang mumpuni. “Ibu Kepala Sekolah silahkan segera daftar, nanti dibantu pembinaan oleh KLH bagaimana menjadi Sekolah Adiwiyata yang mengelola lingkungan dengan baik,” kata Wamen Diaz. Ia mengedukasi para siswa
bahwa predikat sekolah ramah lingkungan harus dimulai dari budaya sadar sampah sejak dini. “Jika ingin dikenal sebagai sekolah ramah lingkungan, prosesnya dimulai dari para siswa yang dibiasakan untuk memilah sampah,” lanjut Wamen Diaz.

Guna memperkuat pesan tersebut, Wamen Diaz mendorong siswa untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam keseharian mereka. Melalui sesi kuis interaktif, Wamen Diaz membagikan tumbler dan tas guna ulang sebagai solusi nyata menekan penggunaan plastik sekali pakai. Kepada para siswa, ia menitipkan pesan penting mengenai
perubahan gaya hidup.

“Sampah harus dikelola dengan 3R, yang paling gampang adalah mengurangi, jadi saya berikan tumblr, nanti jangan sampai menggunakan botol plastik sekali pakai lagi ya,” ajak Wamen Diaz.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Muryono, menyambut positif inisiatif ini dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan KLH/BPLH secara berkelanjutan. “Terima kasih Pak Wamen atas bantuannya, kami menyambut baik komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dalam mendukung Sekolah Rakyat 17 Surakarta menjadi sekolah adiwiyata yang peduli terhadap lingkungan,” tutur Budi. Dukungan ini diharapkan mempercepat transformasi SRMA 17 sebagai salah satu dari dua Sekolah Rakyat yang ada di Kota Surakarta menjadi institusi percontohan.

Menutup rangkaian acara, Diaz menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan siswa melalui tata kelola sampah yang disiplin. Saat ini, SRMA 17 menampung sekitar 192 siswa kelas X yang merupakan angkatan pertama sejak sekolah tersebut mulai beroperasi.

“Kami disini memastikan agar Program Prioritas Presiden Sekolah Rakyat dijalankan dengan penuh disiplin, khususnya dalam pengelolaan sampah guna memastikan agar siswa dapat belajar di lingkungan yang bersih,” pungkas Wamen Diaz sebagai komitmen
akhir dalam kunjungan kerja tersebut.

Jurnalia: Dedy Mulyadi

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait