Acèh, Beritalima.com ( Warga Desa Bayi Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, mempertanyakan tidak disalurkannya bantuan daging meugang yang disebut-sebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto. Hingga kini, bantuan tersebut belum diterima masyarakat setempat.
Permasalahan ini mencuat setelah warga membandingkan kondisi di desa mereka dengan desa-desa lain di wilayah yang sama yang telah lebih dahulu menerima dan membagikan daging meugang kepada masyarakat.
Menurut keterangan sejumlah warga, tidak ada tanda-tanda pembagian daging meugang di Desa Bayi, meskipun informasi mengenai adanya bantuan tersebut sudah beredar luas di tengah masyarakat.
“Desa lain semua ada pembagian daging meugang, tapi di desa kami tidak ada. Bahkan ada kabar yang beredar, apakah sapi itu sudah jadi kurban dalam kantong perangkat desa saja?” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kapan tepatnya bantuan tersebut seharusnya disalurkan juga menjadi pertanyaan warga, mengingat momen meugang biasanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan dan sangat dinantikan masyarakat Aceh.
Di mana bantuan tersebut saat ini berada juga belum jelas, karena pihak pemerintah desa dinilai belum memberikan informasi terbuka terkait keberadaan maupun proses penyalurannya.
Warga menduga ada ketidakwajaran dalam penyaluran bantuan tersebut. Dugaan muncul bahwa sapi bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat luas justru tidak disalurkan sebagaimana mestinya.
Mengapa bantuan tersebut belum dibagikan menjadi sorotan utama.
Warga menilai kurangnya transparansi dari pihak geuchik (kepala desa) semakin memicu kecurigaan dan keresahan di tengah masyarakat.
Bagaimana proses distribusi bantuan itu berlangsung juga belum diketahui secara pasti. Tidak adanya penjelasan resmi dari pemerintah desa membuat informasi yang beredar simpang siur.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada klarifikasi dari pihak pemerintah desa terkait persoalan tersebut. Mereka berharap ada penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi masyarakat kurang mampu di desa tersebut, termasuk anak yatim piatu yang seharusnya menjadi prioritas dalam penerimaan bantuan sosial seperti daging meugang.
Warga berharap pihak kecamatan segera turun tangan untuk menelusuri permasalahan ini, memastikan kebenaran informasi yang beredar, serta menjamin bantuan benar-benar disalurkan secara adil kepada seluruh masyarakat.’ (A79)








