Wihaji dan Lia Istifhama Soroti Ketimpangan Kependudukan Antarwilayah di Jawa Timur

  • Whatsapp

JAKARTA, beritalima.com | Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/BKKBN) Wihaji menegaskan, pengendalian laju pertumbuhan penduduk atau rem demografi menjadi salah satu tugas strategis kementeriannya. Tujuannya agar jumlah penduduk Indonesia tumbuh presisi sesuai target nasional – tidak kebablasan namun juga tidak defisit.

Hal tersebut disampaikan Wihaji didampingi Staf Khusus Menteri dan Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Dra. Maria Ernawati MM, saat menerima Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Kantor Mendukbangga/BKKBN, Kamis (15/1/2026). Dalam pertemuan itu dibahas dinamika kependudukan di Jawa Timur yang dinilai sudah melambat, namun masih menyimpan ketimpangan antarwilayah.

Wihaji mengatakan, laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur telah berada di bawah 1 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan pengendalian penduduk secara makro. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat lengah.

“Secara provinsi, Jawa Timur sudah melambat. Tapi kalau dibedah per kabupaten, pertumbuhannya tidak sama. Ada yang sudah sangat rendah, ada yang masih tinggi,” ujar Wihaji.

Ia menegaskan, tantangan berikutnya bukan sekadar menekan angka pertumbuhan, melainkan memastikan pemerataan demografi agar tidak terjadi penumpukan penduduk di wilayah tertentu dan kekosongan di wilayah lain.

Menurutnya, ketimpangan pertumbuhan penduduk berdampak langsung pada perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kebijakan kependudukan harus berbasis data dan disesuaikan dengan karakteristik daerah.

Senator Lia Istifhama menyambut baik penekanan tersebut. Menurutnya, isu kependudukan tidak bisa dipisahkan dari kualitas keluarga, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. “Pengendalian penduduk harus dibarengi dengan penguatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar bonus demografi benar-benar memberi manfaat,” kata Lia.

“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengelola dinamika kependudukan Jawa Timur yang kompleks dan beragam,” tambahnya.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Mendukbangga/BKKBN bersama DPD RI untuk terus mendorong kebijakan kependudukan yang seimbang, berbasis data, dan berorientasi pada pemerataan pembangunan demi masa depan bangsa yang berkelanjutan. (Gan)

Teks Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dan Senator DPD RI Lia Istifhama dalam pertemuan pada Kamis (15/1/2026).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait