Wisata Domestik Warnai Libur Lebaran, Komisi VII DPR: Dorong Ekonomi Daerah

  • Whatsapp
Wisata domestik warnai libur Lebaran, Komisi VII DPR: Dorong ekonomi daerah (foto: Kemenpar)

Jakarta, beritalima.com|- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan, momentum Lebaran menjadi penggerak utama perputaran ekonomi daerah, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan lonjakan wisatawan domestik.

Lamhot menyatakan, kebijakan pemerintah dalam mengelola arus mudik tak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat,” kata Lamhot Sinaga dalam keterangan tertulisnya di Parlementaria (23/3).

Menurutnya, tradisi mudik mendorong konsumsi masyarakat secara luas, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, perputaran uang selama periode Lebaran bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.

Ia mengatakan kondisi itu menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor riil yang langsung menyentuh masyarakat.

“UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pemerintah perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Selain UMKM, sektor pariwisata diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai berdampak pada meningkatnya okupansi hotel serta kunjungan ke destinasi wisata lokal.

“Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata diperkirakan meningkat tajam. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Lamhot menyebut daerah dengan destinasi unggulan, baik wisata alam, budaya, maupun kuliner, berpotensi mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari biasa.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan di daerah tujuan wisata, termasuk aspek aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan.

Ia berharap momentum Lebaran dapat dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi di daerah. “Jika dikelola dengan baik, mudik Lebaran bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi,” paparnya.

Lamhot mengingatkan pelaku industri dan pariwisata untuk menjaga standar pelayanan di tengah peningkatan permintaan guna menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan domestik khususnya serta internasional umumnya.

Jurnalis: abri/rendy

 

 

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait