Antisipasi Puncak Musim Kemarau, Ini Langkah ACT-MRI Jember Bersama Mitranya di Banyuwangi

  • Whatsapp

BANYUWANGI, beritalima.com – Data BMKG tentang prakiraan musim kemarau 2019 menyebutkan bahwa puncak musim kemarau untuk wilayah banyuwangi dan sebagian wilayah situbondo diperkirakan terjadi pada bulan September 2019, menanggapi hal tersebut ACT-MRI Jember bekerjasama dengan berbagai pihak melakukan aksi peduli kekeringan nasional pada kamis (19/9) bertempat di kampus Stikes Banyuwangi.

Acara bertajuk dermawan atasi kekeringann menghadirkan berbagai pihak dan mitra seperti Civitas Akademika Stikes Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Perwakilan BMKG serta beberaoa mitra lain yang ikut dalam aksi peduli kekeingan nasional. Dalam kegiatan ini ACT-MRI bersama mitra mengirimkan dan mendistribusikan air bersih ke beberapa wilayah di banyuwangi.

Branch Manager ACT-MRI Jember Mandiri Ratu Warang Agung menjelaskan bahwa memang beberapa wilayah tapal kuda sudah terjadi hujan, namun hujan yang turun adalah hujan dengan intensitas rendah sehingga belum mampu untuk menutupi potensi kekeringan yang ada, Agung juga menjelaskan bahwa sebelumnya ACT telah rutin mendistribusikan air bersih sejak bulan agustus 2019 namun karena musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya di bulan September maka ACT-MRI kembali menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi kekeringan dan kekurangan air bersih.

“diwilayah seperti Banyuwangi dan jember memang sudah ada beberapa kali hujan, namun dengan intemsitas yang sangat kecil sehingga belum mampu memberikan dampak baik dalam mengurangi dampak kekeringan saat ini.Selain itu sebelumnya ACT-MRI Jember telah melakukan distribusi air bersih ke beberapa titik salah satunya wongsorejo, namun karena musim kemarau akan sampai pada puncaknya maka kita bersama mitra berkomitmen untuk melakukan distribusi air kembali “ tuturnya

Selain itu pada kegiatan distribusi air ini, diadakan pula kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan gratis oleh tim STIKES Banyuwangi di lokasi terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih. Dian Roshanti selaku humas STIKES Banyuwangi menjelaskan bahwa pihak STIKES menerjunkan sedikitnya 20 orang dan satu unit ambulance untuk kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gratis

“yang ikut ada 10 mahasiswa, 10 Dosen dan 1 armada ambulance siap diturunkan di lokasi terdampak kekerurangan air bersih” jelasnya.

www.beritalima.com

Hal ini dibenarkan oleh Branch Manager ACT Agung, dia menjelaskan bahwa kegiatan ACT-MRI kali ini bekerjasama dengan STIKES Banyuwangi untuk memberikan penyuluhan dan pemeriksaan gratis bagi warga penerima distribusi air bersih.

“ selain melakukan pengiriman air bersih kita juga melakukan edukasi, penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga penerima manfaat distribusi air tersebut”. UjarAgung

Sebagai Informasi, pengiriman dan distribusi air bersih ACT-MRI dilakukan di wilayah Kecamatan Srono, Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Songgon sesuai arahan dan rekomendasi BPBD Banyuwangi, Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan oleh STIKES Banyuwangi dilakukan di wilayah Kecamatan Wongsorejo. (Bi)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *