Bantuan DPR RI Untuk Jalan Makam Desa Gempollegundi Tidak Jelas, Diakui Kades Bukan Urusannya

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – Jalan makam Desa Gempollegundi Kecamatan Gudo, sampai saat ini belum dijelaskan berapa jumlah nominal yang diberikan anggota Komisi IV DPR RI melalui Ema Umiyyatul Chusnah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Dapil 8 Jombang, Mojokerto, Nganjuk sekitar 2 minggu lalu. Kepala Desa pun mengatakan bukan urusannya karena bukan dari Dana Desa.

Dari pantauan wartawan ini di lapangan tidak ditemukan papan kegiatan, siapa yang mengerjakannya dimulai tanggal berapa selesai tanggal berapa. Di sekitar lokasi proyek hanya terlihat prasasti pembangunan urug jalan tepatnya di Dusun Balongkebek, sepanjang 195 meter dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp189.842.700.

Wartawan ini menjalankan praktek jurnalistik, ikut mengawasi penyelenggaraan Negara karena undang – undangnya masih berdiri, setiap penyelenggaraan Negara dari Pusat sampai daerah selagi menggunakan uang negara yang mengalir ke Desa, masyarakat punya hak konstitusi ikut serta mengawasi penyelenggaraan Negara secara eksternal baik melalui jalur LSM, Jurnalis, aktivis, kelompok sosial, sebagai pemerhati maupun sebagai pengamat.

Namun faktanya di lapangan seperti aparatur Desa Gempollegundi merasa berat untuk menyebut nilai nominalnya berapa untuk pengecoran jalan makan yanh bersumber dari bantuan Ema Umiyyatul Chusnah selaku anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP Dapil 8 Jawa Timur. Sekalipun mendapat keterangan dari Willy Satrio, S.Pd selaku Kaur Perencanaan Desa Gempollegundi hanya sebatas ucapan tapi tidak diberikan bukti fisik pembangunan karena uang yang mengalir untuk pwngecoran jalan makam teraebut digelontorkan dari Dana APBN melalui anggota DPR.

Sekalipun menemui Gapoktan dan Poktan tidak mau menjelaskan secara langsung, padahal ringan hanya menyebut nilai nominalnya berapa dikerjakan oleh siapa dari tanggal berapa sampai tanggal berapa. Pada gilirannya wartawan ini melihat hasil pembangunannya yang memiliki ruas jalan 3 meter dan terlihat tanggung pengecorannya tidak sampai ke makam hanya setengah dari jalan sepanjang 195 meter.

Lebih lanjut pengecoran tersebut dilihat wartawan ini mudah digores dengan kuku hingga lapisan semennya mudah rontok. Itu baru dengan kuku bagaimana dengan kena panas matahari, kena bujan, dilintaai kendaraan berbobot tinggi dan juga belum diketahui apa kontur tanahnya bergerak atau tidak.

Dari pantauan wartawan tinggal menunggu memiliki kekuatan berapa lama dari selesainya dicor oleh adhimix setelah diterangkan oleh Kaur Perencanaan.

Jurnalis : Dedy Mulyadi

beritalima.com

Pos terkait