Bisa Pentas Setelah Vacum Karena Pandemi, Ini Harapan Pengurus Jaranan Panji Kusumo

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Setelah sempat vakum beberapa tahun terakhir akibat wabah pandemi Covid-19, akhirnya secara bertahap hiburan dan kesenian tradisional sudah mulai diperbolehkan.

Kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberikan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah kepada semua pelaku kesenian, Namun, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kesenian yang mengundang banyak masa seperti, Jaranan, Wayang Kulit, dangdut, pasar malam dan bioskop sudah boleh digelar dan dibuka kembali.

Seperti pasar malam di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagungg, JawaTimur. Dalam kegiatan ini, menampilkan berbagai macam wahana permainan anak-anak, dan hiburan utama kesenian tradisional jaranan Panji Kusumo “Sugih Dulur”.

Jaranan Panji Kusumo yang berasal dari Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, merupakan kesenian jaranan Tulungagung yang dipimpin oleh Muh. Senja.

Muh.Senja menyampaikan, senang dan bahagia sekarang sudah mulai bisa pentas lagi untuk menghibur masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama vakum dan tidak diperbolehkan untuk pentas akibat wabah covid-19, sekarang jaranan kami sudah bisa pentas lagi,” ucap Moh. Senja, Jumat 5 Agustus 2022, malam.

Menurutnya, kesenian tradisional harus tetap dilestarikan agar tidak punah seiring perkembangan zaman. Karena, kesenian merupakan warisan leluhur dan banyak makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

“Kita hanya meneruskan dan mempertahankan warisan leluhur terdahulu tanpa harus berjuang. Sehingga, wajib merawat dan tetap menjaga sampai kapanpun. Jangan sampai nanti di klaim oleh Negara lain seperti yang terjadi beberapa Tahun lalu” ujarnya.

Gatut salah satu pengurus menambahkan, Jaranan harus bisa lebih berkembang dan terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Kesenian jaranan harus tetap eksis, bukan hanya di lokal Tulungagung saja, melainkan bisa Nasional, bahkan di kancah Internasional,” tambah Gatut.

Selain itu, kreasi tarian dan gamelan harus terus dikembangkan agar masyarakat tidak bosan.

“Kreasi dan tampilan yang disuguhkan ke masyarakat harus yang terbaik, dan tetap konsisten. Sehingga, antusias dan semangat masyarakat untuk melihat kesenian jaranan tetap tinggi,” terang Gatut.

Sementara itu, Rudi salah satu pemain jaranan juga menuturkan, senang dan semangat bisa tampil lagi dihadapan banyak pengunjung pasar malam.

“Kami dan seluruh crew kesenian jaranan Panji Kusumo, merasa senang dan bangga sudah bisa tampil dan pentas lagi setelah beberapa Tahun vakum seperti mati suri,” tutur Rudi.

Lanjutnya, ini merupakan titik awal kebangkitan kesenian jaranan yang ada di Tulungagung untuk bisa pentas lagi.

“Semoga ke depan bisa lebih baik, lebih kompak dan lebih bisa menyuguhkan kreasi terbaik buat seluruh pengunjung disini,” pungkasnya. (Dst).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait