BPS: IPM Jatim Mengalami Kemajuan, Sampang Terendah

oleh -382 views
Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan (kiri)

SURABAYA, beritalima.com | Badan Pusat Statistik Jawa Timur menyatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini mengalami kemajuan.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, menyebutkan, tahun 2018 IPM Jawa Timur mencapai 70,77, dan tahun 2019 mencapai 71,50, tumbuh 1,03 persen.

www.beritalima.com

“Dan dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, Surabaya tercatat mempunyai IPM tertinggi, dan Sampang terendah,” lanjut Dadang di kantornya, Senin (17/2/2020).

Dipaparkan, IPM Surabaya sebesar 82,22, disusul Kota Malang 81,32, dan Kota Madiun 80,00. Sedangkan IPM Sampang 61,94.

Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun dan Kabupaten Sidoarjo tercatat mempunyai IPM kategori sangat tinggi.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Di bawah kategori sangat tinggi ada 20 kabupaten/kota berkategori tinggi, dan 14 kabupaten/kota berkategori sedang.

Dadang juga mengemukakan, selama periode 2018 hingga 2019 komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan.

Diantaranya disebutkan, bayi yang baru lahir memiliki peluang hidup hingga 71,18 tahun meningkat 0,21 tahun.

Kemudian, anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,16 tahun meningkat 0,06 tahun.

Terus, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,59 tahun meningkat 0,20 tahun.

Untuk pengeluaran per kapita yang disesuaikan (harga konstan 2012) telah mencapai Rp. 11,74 juta, meningkat Rp 359.000,- dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan seluruh komponen itulah yang menyebabkan kenaikan IPM secara umum di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice).

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat.

“IIPMmenjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan/ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lainya,” imbuhnya. (Ganefo) www.beritalima.com

www.beritalima.com