Buntut Dugaan Korupsi, Kontraktor Bendungan Irigasi Desa Auponhia Kembalikan Uang Negara

  • Whatsapp

KEPULAUAN SULA,beritaLima,com ||Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara memeriksa pihak kontraktor dalam kasus dugaan korupsi anggaran pekerjaan Bendungan Irigasi di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula tahun anggaran 2018. Dan ini sudah melakukan pengembalian uang kerugian negara senilai Rp 399.916 .790, 00, pada Rabu, 6 September 2023 kemarin

Hal ini disampaikan Kasubdit 3 Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Maluku Utara, Kompol Rusli Mangoda kepada media ini, Jum’at (8/9/23)

Menurutnya, Dalam kasus dugaan korupsi ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan berdasarkan Surat Perintah (Sprint) tertanggal 6 April 2022 lalu, serta menurunkan ahli dari Pertahkondo Maluku Utara untuk melakukan audit pada 21 Mei 2023.

Dari hasil audit, telah di temukan adanya potensi kerugian negara, sehingg pihak Direktur PT Kristu Jaya Abadi, Irwan Hongarta alias Cuan melakukan pengembalian serta dibuktikan dengan bukti surat tanda setor serta prin out atau laporan transaksi ke Bank Maluku-Malut di Sanana,” pungkasnya

Dalam proses pengembalian itu turut dihadiri Sekda Kepulauan Sula Muhlis Soamole, Plt Kepala Inspektorat Machful F.A Sasmito, Plt Kepala BPKAD, Gina S Tidore, Kepala Bank Maluku Cabang Sanana, Abubakar Buamona, Kasubdit Tipikor Kompol Rusli Mangoda dan tiga orang penyidik serta Kasat Satreskrim Polres Sula, AKP Abu Zubair Latupono

Deketahui, proyek pekerjaan bangunan Bendungan Irigasi dikerjakan PT Kristi Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp 11.292. 633. 516, 73 yang bersumber dari APBD (DAK) 2018 yang
melekat pada Dinas PUPR Kepualan Sula

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Pihak Ditreskrimsus Polda Maluku Utara telah melakukan penyelidikan berdasarkan Surat Perintah (Sprint) tertanggal 6 April 2022. Polda juga telah menurunkan ahli dari Pertahkondo Maluku Utara untuk melakukan audit pada 21 Mei 2023 kemarin. [dn]

beritalima.com

Pos terkait