beritalima.com

Dewan Jatim Prioritaskan Pembangunan Desa Wengkal Sebagai Pilot project

  • Whatsapp

NGANJUK, Beritalima.com |Percepatan pembangunan harus didasari dengan kebutuhan masyarakat di desa, agar pembangunan tersebut bisa tepat guna.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Nugroho dari Fraksi PDI Perjuangan saat berada di Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso, Nganjuk.
Kedatangan Ida Bagus di Desa Wengkal bersama Ketua Komisi III DPRD Nganjuk Marianto, kehadiran mereka diterima langsung oleh Kepala Desa Wengkal Totok, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, guna menyerap aspirasi masyarakat pada agenda reses II tahun 2020, bertempat di Balai Pertemuan Kantor Desa Wengkal.


“Reses kali ini, saya akan menjadikan Wengkal sebagai pilot project,” kata Ida Bagus melalui sambungan telepon genggamnya , Jumat (18/09/2020).
Dengan dijadikannya Desa Wengkal sebagai pilot project, Ida Bagus berharap nantinya kepala desa lain bisa melihat tingkat kemajuan bidang perekonomian masyarakat.
“Saya sampaikan ke masyarakat, bahwa perekonomian akan lebih maju jika didukung oleh infrastruktur yang baik,” jelasnya
Ida Bagus sendiri saat ini berada di Komisi E, Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra). Dari reses itu, ia mendapat aspirasi dari masyarakat, antara lain masih belum terbangunnya jalan penghubung antar desa. Jalan sepanjang hampir 3 kilometer ini, merupakan jalan alternatif bagi warga desa untuk mengangkut hasil produksi.


“Saya siap memediasi agar jalan tersebut bisa terbangun, dan tingkat ekonomi masyarakat bisa lebih maju lagi,” tegas Ida Bagus.
Sementara, Mariyanto membenarkan bahwa ada kendala yang selama ini dikeluhkan masyarakat Desa Wengkal, yaitu ada tiga titik jalan penghubung ke desa lain yang belum terbangun. Padahal jalan tersebut merupakan jalan akses terbaik untuk mengangkut hasil panen.
“Saya sudah lakukan untuk perbaikan, tapi sulit karena jalan tersebut milik irigasi provinsi, termasuk jembatan yang melintasi sungainya,” kata Marianto.


Menurutnya, kesulitan tersebut bukan dikarenakan terkendala  penganggaran untuk  pembangunan tersebut, masalahnya memang jalan penghubung tersebut merupakan jalan milik Widas Brantas.
Saat ini masyarakat petani Desa Wengkal masih melewati jalan kabupaten, untuk menjual hasil panennya. Tapi biaya angkutnya sangat tinggi dan terkadang, tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
“Saya harap kedatangan anggota DPRD Provinsi, bisa mendengar langsung keluhan petani karena infrastruktur jalan dan jembatan penghubung sangat dibutuhkan,” tandas Marianto. (yul)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait