Dinginnya Kota Hujan Mematahkan Demo Tentang Karaoke

  • Whatsapp

Wonosobo, Beritalima.com – Rapat paripurna DPRD yang membahas lima Raperda tentang Wonosobo ramah HAM, pencabutan 7 Perda tentang desa, pencalonan dan pemberhentian perangkat desa, perlindungan dan penempatan TKI yang berasal dari Wonosobo, dan penataan tempat hiburan karaoke. Rapat yang dihadiri Bupati dan jajarannya yang dihadiri 36 orang anggota DPRD ini berjalan dengan gayeng. Pada pandangan fraksi suasana persidangan ada sedikit gangguan suara yang disebabkan oleh adanya aksi demo damai yang dilaksanakan oleh masyarakat.
Aksi damai yang mengatasnamakan masyarakat Kalikajar ini diikuti sekitar 300 orang secara tegas menolak disahkannya Raperda tentang tempat hiburan karaoke di Wonosobo. Menurut Ahmad Zein selaku Koordinator lapangan, aksi ini dilakukan atas keprihatinan menjamurnya tempat-tempat hiburan khususnya karaoke. “Kita secara tegas menolak disahkannya Raperda tempat hiburan karena merusak moral masyarakat, kita lihat malam hari banyak berkeliaran para pemandu lagu dengan pakaian yang kurang pantas dan di dalam tempat tersebut dijual minuman yang memabukkan” Ungkap pria brewok ini. “Apalagi bila kita tarik sejarah Wonosobo didirikan oleh para ulama seperti mbah Kyai Walik, Kyai Selomanik dan lainnya. Wonosobo sebagai kota santri jangan sampai terkotori oleh hal yang banyak mudharatnya.” Lanjutnya.
Mahmud salah satu peserta aksi menimpali, “Tempat karaoke di Wonosobo sudah parah mas, tempatnya menyebar dan bila sudah diatas pukul 12 malam menjual minuman memabukkan dan menyediakan para pemandu lagu dengan pakaian yang tidak pantas yang bisa membangkitkan birahi lawan jenis.” Jelasnya.
Aksi yang baru berlangsung sekitar 15 menit dihentikan oleh orator karena hujan cukup deras, membuat udara menjadi dingin. (Gus Edi)

beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *