Diskusi ” NGOPI SANTAI” Bersama SEKBER Sumbang Fikiran tentang Perbup Perangkat Desa

oleh -1 views

KARANGANYAR, beritalima.com. Apresiasi untuk Sekber LSM, ORMAS dan Aktivis Masyarakat dari Gubug Kawulo Alit Karanganyar atas realisasi Kegiatan Diskusi yang akan di lakukan komunitas yang di pandegani aktivis sosial kawakan Karanganyar, Kiswadi Agus.

Undangan ” Ngopi Santai”  melalui whasshap yang telah di sebar pada beberapa komponen eksternal yang berkopenten Karanganyar itu,  untuk menyikapi polemik di Undangkannya Peraturan Bupati Karanganyar nomor 77 tahun 2019 tentang Perangkat Desa. Kegiatan tersebut mengindikasikan keseriusan SEKBER dalam merealisasikan program program nyata yang sesuai dengan visi misi Komunitas yang beranggotakan ” priyayi priyayi pinter” di Karanganyar.


” Diskusi akan kita kemas dalam agenda ” Ngopi Santai ” Di Kampoeng Ikan Hotel Lor Inn Colomadu dimulai Nanti malam ( Jumat/8/11) pukul 20.00 Wib”, Info Kiswadi Agus pada Beritalima.com

Dalam kesempatan diskusi konfermasi beberapa waktu yang laku, Kiswadi Agus selaku penggagas Acara diskusi ini, mentargetkan bahwa kesimpulan dalam diskusi ini akan di jadikan resume Sekber untuk pemerintah Daerah

” Sekber berkeinginan untuk menyumbangkan saran dan fikiran pada Pemerintah daerah melalui Bupati dalam bentuk resume tertulis dari hasil mengumpulkan pendapat perwakilan  komponen masyarakat yang saya undang dalam agenda diskusi ” Ngopi santai” besok malam”, papar Kiswadi Agus menjelaskan tujuan dan target diskusi yang akan dilakukan di Sebuah Ruangan di Hotel yang Cukup mewah di daerah Colomadu.

” Materi diskusi yang mengambil thema tentang Perbup 77/2019 yang saat ini menjadi polemik pada komunitas Kepala Desa, diharapkan dapat menjadi materi yang menjadi penggali saran dari perwakilan komponen Di Karanganyar agar dapat menciptakan situasi yang tetap kondusif dikalangan biokrasi maupun masyarakat”, Tambah Kiswadi Agus. ” Dengan demikian sekber dapat berperan aktif mrmbantu menjadi fasilitator pihak yang berpolemik agae tidak terjadi kontra produktif dalam aplikasi kebijakan untuk masyarakat”

Dinamika sosial sudah bergerak dengan konstruktif, tinggal bagaimana kita menyikapi. Tentunya Kiswadi Agus tidak harus bergerak sendiri untuk Karanganyar. Kita juga harus ” berebut momen” untuk menjadi salah satu pemggerak dinamika sosial di Bumi Intanpari ( Hari DP/str01)