Disparbud Trenggalek Bareng UB Gelar Sosialisasi Transfer Teknologi Sistem Informasi ‘Nakula Sadewa’

  • Whatsapp

TRENGGALEK, beritalima.com –

Menyesuaikan dengan kebutuhan sekaligus perkembangan teknologi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB). Melalui Fakultas Vokasi, Disparbud Trenggalek menggelar praktek transfer teknologi sistem informasi untuk program Nakula Sadewa.

Nakula Sadewa adalah akronim dari Sistem Informasi Destinasi dan Kalkulator Seratus Desa Wisata. Diharapkan, dengan adanya sistem informasi terintegrasi, maka program-program kepariwisataan akan mampu bersaing bukan hanya di level lokal dan regional melainkan ranah nasional.

Hal tersebut, sebagaimana disampaikan Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto yang mengatakan jika kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan akademisi yakni Universitas Brawijaya.

“Disparbud Trenggalek sengaja menggandeng UB karena mengingat pihak mereka dinilai berkompeten dalam bidang yang diperlukan,” ungkap Sunyoto usai agenda sosialisasi Praktek Transfer Teknologi Sistem Informasi Nakula Sadewa di Hotel Hayam Wuruk, Jum’at, 1 Desember 2023.

Menurut dia, program dimaksud melibatkan para pelaku usaha yang berkaitan dengan sektor kepariwisataan di Bumi Menaksopal. Agar, kedepannya potensi-potensi di Trenggalek benar-benar dikenal serta diketahui masyarakat luar wilayah. Untuk kemudian, menjadi salah satu pengungkit dan pendorong perekonomian daerah.

“Setidaknya, ada 100 pegiat ekonomi wisata diundang guna mengikuti sosialisasi ini. Termasuk, para pelaku usaha di desa wisata, penyedia jasa, kuliner, transportasi dan lain sebagainya,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Departemen Bisnis dan Perhotelan, Universitas Brawijaya, San Rudiyanto menambahkan bahwa kerja sama antara kedua pihak diharapkan dapat saling meningkatkan kinerja masing-masing. Kemudian, memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kelembagaan desa wisata, penguatan ekosistem usaha pariwisata serta penguatan konsep pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek.

“Selain itu, dapat mensinergikan berbagai konsep melalui program-program di Perguruan Tinggi misalnya, Matching Fund, Dosen Berkarya, Penelitian, Pengabdian, Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa magang melalui program MBKM , M2D, dan kegiatan lain yang berpotensi dapat memberikan sinergi yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Senada, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata, Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi menjelaskan, ketika kerjasama dengan Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Vokasi tersebut berjalan maka akan banyak sisi kemanfaatan bisa diperoleh. “Diantaranya, implementasi promosi melalui sistem informasi digital sehingga tercapainya pengembangan program unggulan di Trenggalek lebih maksimal,” kata Bambang.

Pasalnya, lanjut dia, potensi kepariwisataan di Kabupaten Trenggalek sendiri sangat tinggi. Bahkan, salah satu desa yaitu Desa Pandean, Kecamatan Dongko, berhasil menyabet 2 kategori anugerah East Java Tourism Award 2022.
Sehingga dengan adanya kemitraan ini (antara Disparbud Trenggalek dan UB) akan menjadi salah satu strategi terukur dalam mengembangkan potensi-potensi wisata di Trenggalek.

“Kami optimis, ditengah kemajuan teknologi sekarang pemasaran digital sangat berperan. Sehingga penguasaan teknologi sistem informasi menjadi penting, agar kedepannya usaha-usaha yang bersinggungan dengan kepariwisataan di wilayah Trenggalek akan bisa menembus pasar yang lebih luas,” yakin dia. (her)

beritalima.com

Pos terkait