Efendi: Bukan Marlyn Monroe dan Bukan Michael Jackson

  • Whatsapp

MADURA, beeritalima.com – Filosofi kekayaan bisa membuat bahagia, ketenaran bisa membuat orang bahagia, kecantikan bisa membuat orang bahagia dan kesehatan bisa membuat orang bahagia, semuanya sudah seperti “Paten” dan “Absolut”.

Secara terang-terangan, *Moch. Efendi, SH calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jatim XI (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) nomor urut 2, menggugat pernyataan tersebut.

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

“Bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya,” kata Moch. Efendi.

Menurutnya, yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri, yaitu mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

Sama halnya yang dilakukan Moch. Efendi atau akrab disapa Cak Efendi, saat turun gunung, melihat kondisi terkini di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Ia merasa bahagia bisa bertemu langsung dengan warga di keempat daerah tersebut.

Selain tahu keluh kesah mereka, Cak Efendi tahu potensi yang ada didaerah yang dikunjunginya. Potensi daerah identik dengan kesejahteraan, dan kesejahteraan inilah yang diangkat Cak Efendi, seandainya ia diberi kesempatan untuk menampung, sekaligus menyalurkan aspirasi masyarakat, ketika ia duduk di kursi parlemen.

“Saya tidak butuh kekayaan, tidak butuh ketenaran, tidak butuh kekuasaan, yang saya butuhkan kebahagiaan, Bahagia melihat Madura terangkat kesejahteraannya, bahagia melihat Madura menjadi maju pembangunannya,” pungkasnya. (rr)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *