Emak-emak Sulap Sampah Plastik Jadi Dompet dan Tas Cantik

  • Whatsapp

BANGKALAN, Beritalima.com- Akhir-akhir ini kondisi sampah plastik semakin mengkhawatirkan. Pasalnya sampah plastik ini bukan hanya ada di daratan saja, melainkan di lautan. Namun tak semua yang berbahan plastik harus berakhir menjadi sampah. Pasalnya ada pula yang menggunakan plastik sebagai bahan kerajinan untuk meningkatkan kreativitas.

Salah satu yang sering digunakan ialah bungkus kopi. Bungkus kopisendiri cukup sering dikreasikan menjadi berbagai hal seperti dompet maupun tas, terutama oleh para ibu-ibu rumah tangga.

Cara membuat dompet/ tas dari bungkus kopitermasuk ramah lingkungan. Karena bisa membantu untuk mengurangi sampah plastik. Namun cara pembuatannya butuh keahlian dan ketelatinan.

Sampah plastik termasuk dalam jenis sampah yang susah terurai, maka mendaur ulang dengan cara membuat dompet/tas dari bungkus kopi ini patut untuk dicoba. Bahkan tas daur ulang ini bisa digunakan untuk menaruh barang saat berbelanja.

Ibu rumah tangga kesehariannya dikenal sibuk mengurusi rumah atau buah hatinya. Namun tidak bagi perkumpulan emak-emak di Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur. Mereka memanfaatkan limbah bungkus kopi menjadi barang bernilai ekonomis.

Hotim, salah satu pengrajin mengungkapkan bahwa, hasil daur ulang sampah bungkus kopi banyak yang memesan hingga dirinya bersama ibu-ibu pengrajin lainnya kewalahan. “Banyak yang pesan, hingga kami kewalahan,” ujarnya. Minggu (22/9/2019).

www.beritalima.com

Harga yang dipatok dari hasil daur ulang bungkus kopi itu cukup terjangkau, mulai dari harga terendah Rp 30 ribu sampai Rp 70 ribu.

Bungkus kopi dikumpulkan dari sampah yang berserakan dijalanan maupun dari rumah masing-masing warga. Lalu bungkus kopi itu dipilih gambar yang sama. Kemudian di jahit dan dibentuk menjadi berbagai macam dompet/ tas yang cantik dan unik.

Muslihah (pengrajin) menyebutkan, hasil daur ulang sampah plastik itu sangat dirasakan, mulai dari mengurangi sampah plastik yang berserakan hingga meringankan beban suami dalam rumah tangganya.

“Kegiatan ini juga menambah kekompakan kita, dan meningkatkan kreativitas ibu-ibu yang tidak bekerja,” kata Muslihah.

Kegiatan daur ulang sampah plastik di apresiasi oleh pemerintah Desa setempat. Sahrul Sekretaris Desa Paterongan mengatakan, kegiatan tersebut sangat dirasakan manfaatnya. Karena selain mengurangi sampah plastik, juga mengurangi angka pengangguran di desanya.

“Ibu-ibu yang awalnya menganggur dirumahnya, sekarang sudah mendapatkan penghasilan dari hasil daur ulang yang dijualnya,” ungkapnya.

Reporter: Alda Nadila

(Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, Jurusan Sastra Inggris)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *