Fahri: Kebijakan Penanganan Covid-19 Tak Konsisten dan Membingungkan

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Wakil Ketua Umum partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menilai, penanganan pandemi Covid-19 Pemerintah masih membingungkan sehingga mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus tanpa bisa diantisipasi dan dicegah.

Pernyataan Fahri itu menyinggung soal kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik menjelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah lalu, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat mikro tanpa implementasi, pengawasn protokol kesehatan sehingga masyarakat abai.

“Orang pusat ini yang paling berat bikin bingungnya itu loh. Coba agak tertib sedikit omongan dan kebijakannya,” kata Fahri dalam keterangan pers yang diterima awak media, Jumat (25/6).

Karena itu, Fahri mengkritik langkah atau kebijakan Pemerintah Pusat menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, yang belum bisa menunjukan penurunan kasus Corona. “Pemerintah kerap membingungkan,” kata dia.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kokesra) 2014-2019 ini mengaku, tidak heran bila kemudian terdapat masyarakat yang tidak patuh dengan kebijakan dari pemerintah terkait Covid-19 ini.
“Rakyat pasti mau ikut kalau jelas. Kalau nggak jelas, ya orang demo,” kata Fahri.

Gelora Indonesia akan mengupas habis soal lonjakan kasus Covid-19 di tanah air dengan menghadirkan narasumber dr Rina Adeline, dokter spesialisi mikrobiologi klinik dalam acara ‘Rumpi Gelora’ (Ruang untuk Maju Perempuan Indonesia Partai Gelora), Jumat (25/6) petang.

Dr Rina mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia yang grafiknya terlihat mendaki Juni 2021, bisa dikatakan positive rate-nya diatas 50 persen. Artinya, jika ada dua orang melakukan swab, pasti satu orang positive.

“Rabu (23/2021) pertambahan angka positive mencapai 15.308 pasien per hari. Bagaimana kita menghadapi kondisi seperti ini Ikutilah diskusinya dalam acara Rumpi edisi 10 ‘Awas Covid-19 Mengganas’,” ujar dia.

Pemerintah memperbarui data penanganan virus Corona di Indonesia, dari hari ke hari semakin mengganas. Ada 20.574 kasus Covid-19 yang dilaporkan, Kamis (24/6).

Total kasus Covid-19 di RI yang ditemukan sejak Maret 2020 sampai hari ini 2.053.995 kasus. Dari jumlah itu, 171.542 kasus aktif. Kemudian, 9.201 pasien positif Corona sehingga total kumulatif pasien yang telah sembuh berjumlah 1.826.504 orang.

Selain itu, 355 pasien Covid-19 di Indonesia, Kamis (24/6) meninggal dunia. Total kumulatif pasien yang meninggal dunia 55.949 orang. Karena itu, Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19. (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait