Gubernur Jatim: OPOP Upaya Penguat Ekonomi Masyarakat

oleh -12 views

SURABAYA, beritalima.com | Gubernur Jatim Khofifah Indar Paranwansa mengatakan Unusa AFC (Acoocunting and Financial Center) dan OPOP (One Pesantren One Product) Training Center Unusa menjadi satu kesatuan. Afiliasi ini menjadi upaya dalam penguatan ekonomi umat dan masyarakat di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat meresmikan Rumah Unusa AFC, di Rumah No 10, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kampus B, Jemursari, Kamis (12/12).

“OPOP membutuhkan manajerial skill yang lebih luas. Butuh aspek pendanaan yang lebih terjamin. Maka AFC di Unusa akan menjadi satu kesatuan dengan OPOP Training Center. Dan OPOP Traning Center harus berjejaring lebih luas,” kata Gubernur Khofifah.


Menurut Gubernur, setiap bertemu para pembuat kebijakan tingkat pusat, dia selalu menyampaikan pentingnya memberi kemandirian dan percepatan dalam hal penyejahteraan masyarakat, terutama bagi para alumni pesantren.

Sebagai penggagas Program OPOP, Gubernur Jatim telah menyiapkan tiga pilar OPOP yakni santripreneur, pesantrenpreneur dan sociopreneur. Santripereneur merupakan talent, pesantrenpreneur itu lembaga, sedangkan sociopreneur itu para alumni pesantren.

Ketiga pilar tersebut, tentu saja sangat membutuhkan keberadaan OPOP Training Center Unusa dan Unusa AFC. Gubernur Khofifah menyebutnya sebagai ekosistem OPOP.

“Nah antara sociopreneur , pesantrenpreneneur, dan santripreneur dalam ekosistem OPOP juga harus berjalan seiring dan berjejaring dengan ekosistem Milenial Job Center (MJC) yang merupakan ekosistem kalangan milenial di Jatim,” katanya.

Kalau ekosistem milenial job center, lanjut Khofifah, talentnya adalah anak muda. Kemudian ada klien adalah para pemilik korporasi , disitu ada mentor, yakni para ecommers.

Khofifah memaparkan festival ekonomi milenial akan digelar sebagai bagian dari presentasi para milenial yang sudah mengikuti Milenial Job Center. Dalam kesempatan tersebut eksosistem OPOP juga bisa berafiliasi dengan ekosistem MJC.

“Saya ingin ini menjadi bagian dari kekuatan baru pertumbuhan pelaku ekonomi di Jatim. Kalau presiden menyebut cipta lapangan kerja, kita tidak selalu berpikir menciptakan lapangan pekerjan bagi 500 orang atau 1.000 orang. Tapi jika lapangan pekerjaan 5 atau 10 orang pekerjaan tersebut memiliki tingkat suistanable yang bagus maka situ akan mjd sesuatu yang berkembang dengan baik. Ada ekosistem OPOP dan eksosistem MJC, saya ingin itu beriringan,” katanya. (H U )