Gubernur Lebu Raya : “Indonesia Mini Ada di NTT”

  • Whatsapp

KUPANG, NTT (beritalima.com) – Nusa Tenggara Timur sampai saat ini masih dianggap sebagai daerah yang paling rukun, juga toleran. Khususnya dalam hal hugungan antar umat beragama, jika dibandingkan dengan daerah – daerah lainnya.
“ Nusa Tenggara Timur sebagai daerah yang beranekaragaman atau kita sebut Indonesia mini ada di Nusa Tenggara Timur. Dari sisi macam – macam baik suku, bahasa, agama, budaya, keberanekaragaman, kemajemukan, keanekaragaman. Bagi kita semua yang ada di dalam wadah majemuk pasti memandang keangekaragaman sebagai sebuah kekayaan, dan kekuatan untuk membangun daerah ini”, kata Gubernur Frans Lebu Raya dalam acara Halal Bihalal bersama dengan para Aparatur Sipil Negera (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Selasa (12/7/2016) siang.
Kegiatan yang berlangsung di aula Ben Mboi, Kantor Gubernur NTT I, jalan Basuki Rahmat ini dihadiri ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan Forkopimda Provinsi NTT.
Dikatakan Lebu Raya, sebagai sebuah kekayaan, kekuatan artinya keberanekaragaman sebagai hal yang positif  bukan hal yan negartif. Dan keanekaragaman itulah menuntun kita semua untuk saling menghargai, saling menghoramti, saling mengerti satu sama dengan yang lain. Sikap inilah terus dibangun dan sikap ini bisa terwujud mana kala komunikasi kita terus menurus kita bagun. “ Tanpa silaturahmi,  tanpa komunikasi, saya percaya kita semua mulai saling curiga satu sama dengan yang lain”, katanya.
Karena itu, momentum – momentum seperti ini, yakni halal bihalal dan Natal bersama, buka puasa bersama itu perlukan. Supaya terus membangun komunikasi satu sama dengan yang lain. Dengan komunikasi diantara satu dengan yang lain muncullah perngertian diantara satu dengan yang lain. Akhirnya kita terhindari diri dari pikiran yang negatif.
Pentingnya menjaga tali silaturahmi dalam komunikasi. Hal ini dimaksudkna untuk memanilisir pemikiran dan aksi provokatif yang sepertinya tidak kunjung usai.
Pada kesempatan itu, Lebu Raya juga mengajak semua yang hadir untuk bersama – sama melakukan sikap terbuka, saling menghargai, menghormati antar satu dengan yang lain, supaya NTT bisa lebih maju dan terbebas dari anggapan sebagai daerah yang tertinggal.
“ Mari kita jaga kerukunan dengan saling menghargai, saling menghormati satu sama dengan yang lain. Kita bangun NTT supaya daerah ini maju dan tidak lagi dikenal sebagai daerah yang miskin dan daerah tertinggal. Kita mesti punya tekad yang sama untuk membangun daerah ini dengan cara berkoordinasi dengan baik, berkomuniaski dengan baik, dan pekerja keras”, kata Lebu Raya menambahkan.
Syarat pekerja keras yang paling penting adalah suasana aman dan damai. Kalau semua aman dan damai, pemerintah, swasta dan sebagainya bisa bekerja dalam suasana yang tenang, nyaman maka bisa maju daerah ini.
Ia mengingatkan kepada setiap unsur yang hadir, akan adanya ancaman paham – paham radikalisme dan terorisme. Karenanya, ia juga menghimbau agar semuanya dapat bersatu padu, untuk menangkal paham – paham yang itu masuk ke daerah ini. (Ang)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *