HUT RI KE 72 : Tampilkan Tari Jejer Kembang Menur Dan Musik Tradisional

oleh -246 views

JAKARTA, Berita Lima : Provinsi Jawa Timur memiliki beragam seni budaya serta kearifan lokal di tunjang pula dengan sumber daya manusia yang sangat potensial, ditopang rasa persatuan yang kuat membuat acara HUT RI ke 72 di Istana Presiden semakin meriah dan menyejukan hari bagi yang hadir pada acara tersebut. Presiden Joko Widodo mengungkapkan hal itu secara pribadi melalui Staf Kepresidenan.

Ada pertunjukan kesenian tari Jejer Kembang Menur dari Banyuwangi dan musik ilustrasi tradisional oleh anak-anak SDN Sukorejo I Tuban yang dibawakan dengan apik di tambah lagi lagu-lagu perjuangan menambah suasana semakin meriah.


Tari Jejer Kembang menur merupakan sebuah tarian yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis bagaikan sekuntun kembang yang sedang mekar, mereka berdendang dan menari saling menggoda dengan penuh keceriaan dalam iringan gemelan yang biasanya dilakukan oleh pemuda lancing (perjaka), dinamika gerakan secara berkelompok adalah ciri utama tari Jejer Kembang Menur.

Tarian ini biasa digunakan sebagai pembuka sebuah acara pertunjukan yang melibatkan banyak penari (kelompok).

Tidak kalah serunya tampilan apik dari anak-anak Musik Ilustrasi Tradisional SDN Sukorejo Tuban langsung disaksikan oleh Bpk Presiden Joko Widodo.

Tarian ini menggambarkan, ancung-ancung tembang anak-anak yang disajikan secara berkelompok sambil bermain saling memegang telunjuk jari tangan, mereka berputar mengikuti irama lagu yang mereka nyanyikan.

Ancung-ancung mbang kalak mbang keledung
Keledunge rowe-rowe rambatane kayu gede
Per…per..mencok ndhuwur pak suri megal megol
Nyucuki kembang gempol dibeset sirahe prothol.

Sementara di tempat terpisah Kadisbudpar Jatim Dr. H. Jarianto, Msi menuturkan,”Adalah suatu kehormatan bagi Provinsi Jawa Timur dapat menyajikan sebuah garapan yang mengeksplorasi budaya musik tradisi Kabupaten Banyuwangi dan Tuban, karena melalui ajang seperti inilah Jawa Timur dapat menambah kekayaan seni budaya di Indonesia,”katanya. (utg)