Inilah Pelaku Pembunuhan Sadis Gegerkan Warga Parerejo

oleh -124 views

PASURUAN, beritalima.com–  Patut diapresiasi kinerja Polres Pasuruan dalam mengungkap pembunuhan EPNS, hanya dalam waktu sehari dari penemuan mayat tanpa identitas yang menggegerkan warga Parerejo, Purwodadi, Pasuruan, yakni dengan korban gadis 15 tahun asal Lawang, Kabupaten Malang, pelaku pembunuhan sadis berhasil ditangkap.

Informasi yang didapat bahwa pembunuh EPNS ternyata kawannya sendiri, pelaku diketahui bernama Muhammad Madinatul Hujjah (21) warga Dusun Ngawen, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, pelaku berhasil diringkus petugas gabungan reskrim Polsek Purwodadi dan Polres Pasuruan sekitar pukul 15.50, saat sedang berada di rumahnya.

“Motif pelaku membunuh lantaran sakit hati dengan EPNS, pelaku pembunuhannya satu orang, dan sudah kami amankan saat hendak pulang ke rumahnya, mereka sudah saling kenal,” ungkap Kapolsek Purwodadi AKP Slamet Santoso, Rabu (27/09/17).


AKP Slamet Santoso menegaskan dari hasil pengembangan penyidikan memeriksa bahwa sebelumnya menggali keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk memeriksa media sosial atau facebook milik korban.

“Hasilnya, polisi mengarah ke Muhammad Madinatul Hujjah, bahkan sebelum tertangkap, pelaku sempat kabur setelah melakukan aksinya dengan bersembunyi ke rumah salah seorang temannya, namun masih berada di Kecamatan Purwodadi,” kata dia.

Menurut pengakuan M. Madinatul Hujjah bahwa ia melakukan pembunuhan tersebut sendiri, saat itu korban bersamanya dalam keadaan mabuk, dan ia langsung mencekik leher korban.

“Awalnya saya cekik lehernya dengan kayu, lalu wajahnya saya pukul dengan batu, Saya melakukannya karena kesal dengan korban, lainnya tidak ada,” katanya.

Sementara itu dari info yang diterima bahwa sebelum kejadian pembunuhan tersebut korban bersama tersangka dan rekan rekan yang lain pesta miras di area Klenteng (Tri Dharma) yang terletak tidak jauh dar TKP pembunuhan.

Selanjutnya pada saat pesta miras berlangsung melintas Mobil Patroli Polisi sehingga mengakibatkan korban, tersangka dan rekan rekan yang lain takut dan membubarkan diri.

Pada saat itu korban dan tersangka lari ke area persawahan dan bersembunyi didalam gubuk, pada saat didalam gubuk kemudian tersangka mengajak korban berhubungan intim.

Sebelum kejadian pembunuhan tersebut terjadi, tersangka sebelumnya sudah merasa sakit hati karena korban menjelek jelekan tersangka kepada pacarnya, sehingga setelah melakukan hubungan intim korban dicekik oleh pelaku mengunakan sebatang kayu dan memukul kepala korban mengenai pelipis mata sebelah kanan.

Dan mengakibatkan korban meninggal dunia, setelah melakukan pembunuhan tersebut tersangka meninggalkan lokasi kejadian dan membuang celana panjang milik korban dibawah pohon bambu tidak jauh dari tempat kejadian. (Lum)